Suara.com - Pemerintah Peru memutuskan untuk memperpanjang penguncian wilayah secara nasional hingga akhir Juni guna menekan sebaran virus corona.
Menyadur Al Jazeera, perpanjangan periode lockdown yang diumumkan pada Jumat (22/5) lalu ini membuat Peru memiliki masa penguncian terlama di dunia.
Penambahan masa lockdown disebutkan didasari pada semakin melonjaknya kasus infeksi Covid-19 di Peru.
Presiden Peru Martin Vizcarra mengatakan lockdown akan dijalankan hingga 30 Juni mendatang.
"Kami menyatakan keadaan darurat nasional mulai Senin, 25 Mei hingga Selasa, 30 Juni, dan memerintahkan wajibnya isolasi sosial," ujar Vizcarra.
Dalam lockdown kali ini, Vizcarra menyebut pemerintah akan memberikan banyak pelonggaran yang dilakukan secara bertahap. Diantaranya, dibukanya kembali sektor-sektor penjualan kebutuhan rumah tangga, salon rambut, dan layanan tinggi.
Selain itu, pelonggaran juga akan diterapkan di kegiatan olahraga. Pertandingan sepak bola boleh diadakan di stadion namun tanpa mendatangkan penonton.
"Kita harus pindah ko-eksistensi baru yang memungkinkan kita menjadi masyarakat yang lebih peduli, bertanggung jawab, disiplin, menghormati standar perilaku minimun agar tidak membahayakan orang yang paling kita cintai," imbuh dia.
Di sisi lain, perpanjangan lockdown di Peru ini disebutkan akan sulit dilakukan berkaca pada krisis pangan yang terjadi akibat pandemi.
Baca Juga: Salah Paham, Ambulans Bawa Pasien Reaktif Corona Sempat Ditahan Warga
Badan amal global Action Againts Hunger mengatakan sekitar 165 ribu orang telah kehilangan pekerjaan akibat penguncian wilayah. Pun mereka memperkirakan lebih dari 29 juta orang di Amerika Latin akan didera kemiskinan.
Sejauh ini, kasus infeksi virus corona di Peru menyentuh angka 111.698 dengan 3.244 kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 9 Pilihan HP Infinix RAM 8GB Kelas Entry Level Harga Rp1-3 Jutaan
- Kulkas Merek Apa yang Tidak Ada Bunga Es? Ini Pilihan dan Tips agar Tak Salah Beli
Pilihan
-
Sudah dari 2023, 'Nyelang' Jadi Napas Warga Pesisir Cilincing Demi Dapatkan Air Bersih
-
Dikepung Asap Karhutla, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Pontianak
-
Santap Siang Bareng di Rusia, Prabowo Minta Maaf ke Putin Karena Hal Ini
-
Dua Bus Transjakarta Tubrukan di Pancoran, Benarkah Sopir Mengantuk karena Cuti Duka Ditolak?
-
Bikin Cemas! Pesawat Garuda Indonesia Pecah Ban Angkut 156 Penumpang
Terkini
-
6 Sepatu Jalan Putih yang Tidak Gampang Kotor, Berbahan Kulit Sintetis
-
Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT
-
Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen
-
Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri
-
Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS
-
Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau