Suara.com - Kebijakan jaga jarak saat pandemi COVID-19 alias virus corona memberi banyak perubahan pada gaya hidup. Jika dulu banyak hal dilakukan secara langsung dengan bertatap muka, kini segalanya diakses online, termasuk bekerja dan belajar.
Ada banyak sisi positif yang bisa diambil dari kebijakan ini, salah satu tingkat kriminalitas menurun drastis. Sayangnya, menurut laman The Conversation, seperti pekerja kebanyakan yang serba online, kini pelaku kejahatan juga beralih pada platform berbasis internet
Menurutnya, aktivitas kejahatan juga meningkat di dunia maya selama pandemi virus corona. Hal ini terjadi karena banyaknya orang yang mengandalkan situs online dalam memenuhi kebutuhannya seperti belanja dan bekerja.
Bagi para peretas, merusak tampilan situs web adalah prestasi. Mereka membobol server sebuah situs web yang dihosting dan mengubah konten dengan gambar dan teks pilihan mereka sendiri.
Tindakan peretasan seperti ini memang bukan bentuk peretasan canggih, tapi perusakan ini memungkinkan para peretas untuk maju pada tingkat kejahatan yang lebih tinggi.
Padahal selama pandemi, banyak pelaku bisnis yang beralih ke e-commerce. Itu artinya, semakin banyak bisnis online maka semakin besar juga peluang kejahatan dunia maya.
Hal ini tentu saja mengakibatkan kerugian pada pemilik situs, mulai dari turunnya kepercayaan pada pemilik situs web hingga hilangnya pendapatan
Menurut informasi dari situs peretas Zone-h, jumlah rata-rata serangan deflasi situs web pada April 2020 naik 50 persen dibanding bulan yang sama pada tahun sebelumnya.
Selain itu, volume serangan situs web yang dilaporkan pada pertengahan Mei 2020, sudah melebihi volume serangan yang dilaporkan pada bulan Mei 2019 selama sebulan penuh.
Baca Juga: Surati Pengguna, Tokopedia Mengaku Data Dicuri Peretas
Peningkatan jumlah serangan situs web harian ini dimulai pada akhir Maret 2020, sementara Januari dan Februari tetap stabil.
Berdasar hasil investigasi, target para peretas adalah perusahaan besar dan situs milik pemerintah. Jumlah rata-rata per harinya meningkat dari 17,75 di bulan Februari hingga 21,6 serangan per hari di bulan April.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek