Jelas, kenyataan tersebut sangat merugikan para pekerja domestik yang bekerja di sana. Bahkan, ada yang dirumahkan tanpa upah.
"Dengan keadaan inipun banyak PRT yang dirumahkan oleh majikannya tanpa diupah dan belum jelas kapan bekerja," bebernya.
Singkat kata, majikan Yuni yang berada di apartemen di kawasan Pondok Indah mengirim pesan singkat. Pesan tersebut berisi, jika gaji Yuni juga dikurangi seiring berkurangnya jam kerja.
"Tapi saya kecewa saat majikan perempuan berbicara lewat WhatsApp bahwa dengan pengurangan jam dan hari kerja maka upah saya akan dikurangi," jelas Yuni.
Biasanya, Yuni bekerja dari hari Senin hingga Jumat dengan waktu kerja selama 5 jam. Dengan demikian, dia mendapat gaji Rp 2,3 juta setiap bulan.
Akibat pandemi corona yang melahirkan kebijakan PSBB, Yuni cuma bekerja tiga kali dalam seminggu dengan waktu kerja selama 4 jam. Dengan demikian, dia cuma menerima gaji sebesar Rp. 1,5 juta tiap bulan.
"Saat pandemi ini akan menerima upah hanya Rp 1,5 juta karena jam kerja menjadi 4 jam kerja dan hari kerja menjadi seminggu tiga kali saja.Majikan menjelaskan bahwa saya diupah per kedatangan Rp 100 ribu Jadi dalam sebulan 15 kali datang dalam sebulan dan ditambah 100 ribu untuk parkir," cetusnya.
Mencari Penghasilan Tambahan
Kekinian, Yuni menekuni pekerjaan baru, bisnis online. Melalui media sosial dia mencoba menjajakan makanan ringan beku alias frozen food.
Baca Juga: Kumpulan Cerita Pelik Para PRT yang Dirumahkan Sang Majikan karena Corona
Yuni menyulap rumah kontrakannya yang berlokasi di Jalan Haji Tolib, Cipete Utara, Jakarta Selatan sebagai tempat usaha. Menurut Yuni, dalam masa pandemi corona, makanan adalah kebutuhan pokok bagi masyarakat.
"Saya juga mencoba berjualan makanan ringan dan frozen food yang saat ini semua orang butuh untuk makan. Pokoknya campur-campur tergantung minat pembeli," ungkapnya.
Dalam menekuni bisnis ini, Yuni terkendala masalah modal dan tempat penyimpanan barang dagangannya. Untuk itu, Yuni cuma menjual barang dagangannya bagi orang yang sudah memesan.
Dari hasil penjualan barang dagangannya, uang tersebut Yuni pakai untuk membeli bahan-bahan dagangan. Meski untuknya tidak banyak, namun cukup untuk biaya jajan bagi empat anaknya.
"Keuntungan memang tidak banyak, tapi setidaknya bisa untuk uang jajan anak saya. Saya harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecil saya karena saya single parent, harus mencari nafkah sendiri untuk memenuhi kebutuhan," kata dia.
Selain makanan beku seperti sosis, kentang, dan nugget, Yuni juga menjual tas bikinan lokal melalui aplikasi jual beli dan media sosial. Meski untungnya tidak seberapa, namun banyak kawan Yuni yang berminat untuk membeli.
Berita Terkait
-
Kumpulan Cerita Pelik Para PRT yang Dirumahkan Sang Majikan karena Corona
-
Cerita PRT Sambut Lebaran di Masa Pandemi, Tetap Gembira Meski Penuh Getir
-
Dirumahkan karena Majikan Takut Corona, Hidup PRT Terpuruk Tanpa Pesangon
-
Selain Driver Ojol, PRT dan Sopir di Batam Diisolasi karena Suspect Corona
-
PRT Indonesia Positif Corona Dibiayai Singapura Sampai Sehat Lagi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
Terkini
-
Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru
-
Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana
-
Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat
-
Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru
-
May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut
-
Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi
-
Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan