Suara.com - Aksi kerusuhan di Amerika Serikat masih bertahan selama dua hari berturut-turut di depan Gedung Putih. Bahkan para demonstran sampai bentrok dengan pihak Secret Service AS.
Suara.com menyadur The Guardian, Minggu (31/05), para demontrans masih bertahan di depan gedung putih dan terlibat bentrok dengan aparat keamanan yang terdiri dari Secret Service, Polisi Distrik Columbia, dan Polisi sekitar.
Ratusan demonstran meneriakkan "Aku tidak bisa bernapas", "Black Lives Matter" dan "Fuck Donald Trump!", sembari mengitari lapangan Gedung Putih, pada hari Sabtu (30/05).
Gabungan pihak keamanan tersebut membentuk barikade ketika presiden AS kembali ke Gedung Putih dari perjalanan ke Florida. Lafayette Square, taman di depan rumah eksekutif, ditutup dengan penghalang baja.
Protes di Gedung Putih dimulai pada hari Jumat, ketika kerumunan ratusan orang berkumpul di depan kediaman presiden Donald Trump. Pada saat yang sama, Trump mengeluarkan cuitan melalui akun Twitter yang berbunyi bahwa pengunjuk rasa bisa diserang oleh "anjing ganas dan senjata" yang digunakan oleh Dinas Secret Service AS.
Pada hari Sabtu (30/05), beberapa pengunjuk rasa tinggal di dekat Gedung Putih, sementara yang lain berbaris di jalan-jalan meneriakkan, "Tidak ada keadilan dan tidak ada perdamaian." dan "Sebut namanya: George Floyd."
Di Lincoln Memorial, seorang demonstran berbicara melalui megafon, "Lihat ke kiri dan ke kanan, dan terima kasih kepada kalian. Kami tidak bisa memeluk siapa pun karena Covid tetapi saya tetap mencintaimu."
Pawai berhenti di antara Monumen Washington dan Museum Afrika-Amerika dan para demonstran duduk di jalan sesaat. Banyak pemrotes mengenakan topeng, tetapi tidak secara sosial menjauhkan diri.
Pada Sabtu malam, pengunjuk rasa menerobos penghalang di depan Gedung Putih dan memasuki taman, tetapi diusir oleh polisi yang menggunakan perisai, pentungan dan semprotan merica.
Baca Juga: Demo Pecah di Luar Gedung Putih, Tuntut Kematian George Floyd
Menurut laporan Washigton Post, demonstran merusak beberapa kendaraan dinas Secret Service dan mendorong petugas yang menggunakan perisai.
Sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @finnygo seorang wartawan CBC News, memperlihatkan ketegangan meningkat ketika sabtu malam, tempat sampah dan mobil di dekat Gedung Putih dibakar, dan jendela-jendela beberapa toko hancur.
Dalam sebuah video yang ditayangkan Fox News, Polisi yang menggunakan perisai tersebut terlihat membalas mendorong bahkan hingga menyebabkan salah seorang demonstran terjadih. Alhasil kerusuhan tidak dapat dihindarkan.
Pihak Secret Service mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (30/05), bahwa enam pemotres ditangkap di Washington dan "banyak" petugas terluka. Tidak ada perincian tentang cedera tersebut.
Seorang juru bicara kepolisian taman AS mengatakan petugas mereka tidak melakukan penangkapan, tetapi beberapa menderita luka ringan dan satu dibawa ke rumah sakit setelah tertembak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Polisi Sebut Habib Bahar Ikut Lakukan Pemukulan di Kasus Penganiayaan Banser
-
Riza Chalid Diburu Interpol, Kerry Andrianto: Ayah Tak Tahu Apa-apa
-
Uji Coba Digitalisasi Bansos di Banyuwangi Diklaim Sukses, Angka Salah Sasaran Turun Drastis
-
Tak Sendiri, Habib Bahar Ternyata Tersangka Keempat Kasus Penganiayaan Banser!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Waspada Tren 'Whip Pink, Kepala BNN Singgung Risiko Kematian: Secara Regulasi Belum Masuk Narkotika
-
Anggaran Mitigasi Terbatas, BNPB Blak-blakan di DPR Andalkan Pinjaman Luar Negeri Rp949 Miliar
-
Berduka dari Abu Dhabi, Megawati Kenang Kesederhanaan Keluarga Jenderal Hoegeng dan Eyang Meri
-
KPK Panggil Eks Dirut Pertamina Elisa Massa Manik Terkait Kasus Jual Beli Gas PGN
-
Kolegium Dokter Harus Independen! MGBKI Kritik Kemenkes 'Kaburkan' Putusan Penting Ini