Suara.com - Kematian pria kulit hitam, George Floyd, akibat perlakuan oknum polisi Minneapolis mengundang amarah warga Amerika. Aksi protes yang mereka lakukan tak kunjung padam, bahkan semakin meluas.
Menyadur Sputnik News pada Minggu (31/05/2020), Pentagon pada Angkatan Darat mengerahkan 800 tentara dari unit polisi militer aktif untuk pergi ke Minneapolis.
Unit-unit ini dikerahkan di bawah Undang-Undang Pemberontakan tahun 1807, yang terakhir digunakan untuk menekan kerusuhan Los Angeles 1992.
Sebelumnya pada Kamis malam, Gubernur Minnesota Tim Walz meminta bantuan untuk mengatasi masalah ini.
Donald Trump melalui sambungan telepon meminta pada Menteri Pertahanan Mark Esper untuk menempatkan pasukan siaga di Minneapolis jika kerusuhan mulai tak terkendali.
Ada 500 anggota Minnesota National Guard dan 200 polisi State Patrol dikirim ke Minneapolis dan Saint Paul yang dikenal sebagai kota kembar di Minnesota.
Juru bicara Pentagon mengatakan bahwa Walz tidak meminta penempatan polisi militer namun pada hari yang sama, Trump menuding 'kurangnya kepemimpinan' sang gubernur atas kejadian ini dan mengancam akan melibatkan militer untuk mengatasi kerusuhan.
Kerusuhan ini bermula dari aksi protes warga Amerika atas kematian George Floyd. Dalam waktu singkat, aksi ini meluas jadi kerusuhan di mana-mana, termasuk di luar Gedung Putih, Pennsylvania Avenue, Washington D.C.
Bahkan, gedung putih sempat terkunci karena aksi ini dan beberapa jurnalis yang terjebak dalam aksi itu dilarang keluar dari Gedung Putih dengan alasan keamanan.
Baca Juga: Akhirnya! Pentagon Beberkan Video UFO Rekaman Patroli Angkatan Laut
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir