Suara.com - Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara virtual pada Senin (1//6/2020) meninggalkan kejadian menggelitik yakni saat Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 45).
Pasalnya, Puan Maharani yang tampil dengan atasan putih terdengar melakukan improvisasi ketika membacakan alinea keempat pembukaan UUD 45.
Dikutip dari Hops.id --jaringan Suara.com, Puan Maharani menambahkan kata 'pro rakyat' yang sejatinya tidak tercantum dalam alinea tersebut. Tepatnya setelah menyebutkan sila kelima Pancasila.
"Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan neraga Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada; ketuhanan yang maha esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pro rakyat," ucap Puan secara virtual seperti dikutip dari Suara.com, Selasa (2/6/2020).
Kejadian ini tak ayal mencuri perhatian warganet yang menyaksikan video Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila.
Tak sedikit dari warganet yang menyentil Puan Maharani karena telah menambahkan kata 'pro rakyat' dalam pembukaan UUD 45.
Warganet menilai Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut telah melakukan kekeliruan lantaran mengimprovisasi pembukaan UUD 45.
Terkait suara 'pro rakyat' saat Puan Maharani membacakan Pembukaan UUD 1945, suara tersebut muncul karena masalah audio. Ada bunyi yang terdengar lagi usai pidato selesai. Suara 'pro rakyat' merupakan pengulangan dari pengucapan 'seluruh rakyat Indonesia' yang terdengar seperti 'ruh rakyat'.
Untuk diketahui, Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin (1/6) lalu turut dihadiri oleh Kepala Negara Presiden RI Joko Widodo, hingga Ketua Dewan BPIP Megawati Soekarnoputri. Selain itu, para menteri Kabinet Indonesia Maju juga hadir di gelaran virtual ini.
Baca Juga: Tolak Protokol Pemakaman Covid-19, Warga Dobrak Kamar Jenazah di Manado
Dalam acara tersebut Presiden Joko Widodo membacakan amanat Presiden. Sementara Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga terlibat bertugas membacakan teks Pancasila.
Catatan Redaksi: Artikel ini mengalami perbaikan. Judul dan isi telah diperbaiki, karena sebelumnya terjadi kesalahan terkait suara 'pro rakyat' yang ternyata masalah audio. Atas nama redaksi, kami mohon maaf.
Berita Terkait
-
Pemerintah Diminta Dengar Masyarakat Sebelum Terapkan New Normal di Sekolah
-
Penasaran Upacara Pakai Video, Ibunda Anies Baswedan Lakukan Hal Ini
-
Inilah Fakta-Fakta Penting Sejarah Hari Lahir Pancasila
-
Acara Berjalan Meski Tak Dapat Izin, Sekjen GPI: Terima Kasih TNI-Polri
-
Izin Acara Ditolak Polisi, Ormas Anti PKI Tetap Berkumpul di Halaman Masjid
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK
-
Hakim Sebut Kerugian Rp171,9 Triliun Kasus Minyak Asumtif, Eks Bos Pertamina Divonis 9 Tahun
-
Diduga Jadi Tempat Prostitusi Malam Hari, 'Jalur Tikus' Taman Kota Cawang Akhirnya Dilas Permanen!
-
Berupaya Kabur Saat Ditangkap, Bandar Narkoba Ko Erwin Ditembak di Kaki
-
Tampang Koko Erwin Bandar Pemasok Narkoba Eks Kapolres Bima, Kini Pincang di Kursi Roda
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?