Suara.com - Ombudsman RI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan membuka kembali sekolah saat pelaksanaan tatanan normal baru atau new normal. Sebab, keselamatan siswa dan masyarakat mesti menjadi prioritas utama sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dibuka di sekolah saat pandemi Covid-19.
Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu mengatakan pemerintah dan Kemendikbud perlu terlebih dahulu melakukan kajian mendalam dan memastikan situasi dan kondisi betul-betul aman dari Covid-19.
"Ombudsman berharap ada kehati-hatian dari pemerintah dalam rangka menetapkan rencana anak-anak kembali sekolah kalau belum betul-betul aman perlu dilakukan kajian secara mendalam. Karena, prioritas untuk memastikan keselamatan siswa dan masyarakat itu jauh lebih penting," kata Ninik saat jumpa pers daring yang disiarkan langsung lewat Instagram Ombudsman RI, pada Rabu (3/6/2020).
"Ombudsman pada kesempatan lalu melalui Bapak Suadi sebagai pengampu Bidang Pendidikan bahkan sudah menyampaikan ada baiknya ajaran baru diundur sampai akhir tahun 2020," katanya.
Disisi lain, Ninik menilai sulit memastikan siswa dan siswi khususnya anak-anak akan mematuhi dan disiplin menerapkan protokoler kesehatan jika sekolah kembali dibuka saat pelaksanaan new normal. Terlebih, belum memadainya sarana dan prasarana sekolah dalam menunjang protokol kesehatan juga dinilai Ninik harus menjadi pertimbangan khusus sebelum memutuskan untuk kembali membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah.
"Nah tentu hal ini Ombudsman perlu sekali menyampaikan pemerintah pusat perlu mempertimbangkan perbedaan kondisi antara wilayah. Saya kira antara wilayah satu dengan yang lainnya berbeda-beda dalam penyikapan rencana kemungkinan anak bisa sekolah kembali ini," ujar Ninik.
Ninik menuturkan, beberapa negara seperti Korea Selatan dan China yang sempat membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Mei 2020 kekinian pun telah ditutup kembali.
"Oleh karena itu tentu Ombudsman ingin memberikan masukan agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu memastikan wilayah-wilayah mana yang sudah dianggap bebas dari Covid-19 yang kemudian dilakukan uji coba seperti yang disampaikan Pak Alamsyah tadi, untuk dilakukan uji coba terlebih dahulu dilakukannya pembukaan sekolah bagi anak-anak," tutur Ninik.
"Misalanya di daerah-daerah yang sudah bisa dipastikan itu adalah wilayah hijau dengan tetap memastikan bahwa perlintasan antar wilayahnya juga terjamin," tandasnya.
Baca Juga: Viral, Pedagang Pentol di Gresik Berjualan Sambil Nge-DJ Pantang Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Dua Bus Transjakarta 'Adu Banteng' di Jalur Langit Koridor 13
-
Sabah Diguncang Gempa M 7,1, Getaran Terasa hingga Kaltara
-
Prediksi Cuaca Hari Ini, Cek Daerah Berpotensi Hujan Deras Disertai Petir
-
Gempa M 7,1 Guncang Wilayah Kalimantan, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Seskab Teddy Bantah Isu Produk AS Bisa Masuk RI Tanpa Sertifikasi Halal
-
DPR Desak Proses Pidana Oknum Brimob dalam Kasus Tewasnya Pelajar di Maluku Tenggara
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP