Scott Wilson-Laing, 33: 'Selalu positif, semua pengalaman kerja berharga'
Saya berusia 11 tahun ketika saya tahu saya ingin menjadi pilot. Saya bahkan berpikir untuk langsung melamar ke Angkatan Udara (RAF). Tapi penasihat karier saya mengatakan kepada saya bahwa gelar universitas akan terlihat lebih baik pada formulir lamaran. Saya akan digaji lebih tinggi dan dipromosikan lebih cepat. Jadi saya memutuskan masuk ke Universitas Wales untuk mempelajari sejarah dan arkeologi.
Pada saat saya lulus pada 2008, peluang sudah kering. Kantor perekrutan RAF mengatakan bahwa mereka tidak merekrut posisi tertentu seperti pilot. Saya bahkan tidak bisa menunggu satu tahun untuk melamar lagi karena saya akan terlalu tua. Saya patah hati.
Tidak ada pekerjaan di kota asal saya di Sunderland. Jadi saya melamar apa pun yang ada. Pada akhirnya saya bekerja di call centre selama setahun. Setelah itu, saya bekerja di sebuah mercu suar selama enam bulan dan kemudian pabrik baja. Selama enam tahun saya bekerja dari lini produksi untuk penjualan dan operasi, sebelum pindah ke sebuah perusahaan IT.
Saya bekerja untuk orang lain selama satu dekade. Saya punya anak perempuan yang berusia 10 tahun sekarang. Hal kecil seperti harus meminta liburan satu hari hanya untuk melihat pertunjukan sekolahnya membuat saya memikirkan kembali karier saya.
Jadi saya menggunakan pengalaman saya untuk mendirikan WL Distillery di County Durham tahun lalu. Kami memproduksi gin premium.
Dan kemudian pandemi datang. Sebuah pabrik di China membuat beberapa peralatan kami sehingga kami tidak bisa membuat gin. Tapi kami melihat ada kekurangan pembasmi kuman tangan yang besar, jadi kami memutuskan untuk menggunakan bahan kami untuk memproduksi dalam jumlah kecil untuk layanan kesehatan Inggris (NHS), sekolah dan UMKM.
Saran saya untuk lulusan baru adalah untuk tetap positif yang Anda bisa dan berhenti memikirkan hal yang tidak sesuai angan. Saya kira hidup saya sudah jelas: pergi ke universitas, mendapatkan pekerjaan dan mendapatkan paket pensiun bagus. Tapi kisah hidup seperti itu bukan lagi bagian dari dunia di mana kita tinggal sekarang.
Bukalah hati untuk peluang yang mungkin di luar rencana. Bekerja di sebuah pusat panggilan adalah di mana saya belajar cara yang tepat untuk berbicara dengan staf. Sungguh menakjubkan keterampilan yang Anda dapat dari pekerjaan, bahkan tanpa Anda sadari.
Baca Juga: Viral Pengendara Motor Tampar Karyawati SPBU, Diduga Tidak Mau Antre
Harriet Nicholson, 33: 'Jangan mengesampingkan pekerjaan non-sarjana'
Saya malu untuk mengatakannya sekarang, tapi ketika saya lulus pada 2008 kupikir orang akan melemparkan kesempatan pada saya. Saya tahu ada krisis keuangan terjadi, tapi saya percaya pasar berutang pekerjaan pada saya. Saya punya gelar sarjana sejarah dari Universitas Oxford dan selalu berprestasi. Saya sangat sombong.
Pada saat itu saya ingin langsung bekerja di perusahaan raksasa seperti Unilever dan Reckitt Benckiser. Ketika saya tidak mendapatkan di mana pun, saya mulai melamar ke agen periklanan, dan pengecer besar seperti Tesco. Saya pikir saya mengirim sekitar 10 lamaran. Saya mendapat lima wawancara.
Setelah empat bulan mencoba dan tidak ada tanda-tanda positif, saya akhirnya pindah kembali ke Southampton di mana saya mengambil pekerjaan sebagai resepsionis bidang medis.
Saya merasa malu dan telah kehilangan kepercayaan diri. Pekerjaan itu membuat saya menyadari saya tidak sebaik yang saya pikir. Begitu banyak orang yang bisa melakukan pekerjaan saya dengan lebih baik.
Setelah itu saya mendapat kesempatan magang di Oxfam. Kesempatan itu sangat berguna karena saya mendapat banyak kontak dan akhirnya melanjutkan studi untuk mendapat gelar magister manajemen. Studi itu mengantar saya pada pekerjaan saya saat ini di sebuah konsultasi digital. Di kantor yang sekarang saya bertemu suami saya!
Melihat ke belakang, saya memegang gelar sarjana dengan kepercayaan diri yang sangat tinggi, dan itu sangat konyol. Sebagai contoh, ketika saya tidak berhasil mendapat pekerjaan di Unilever, saya menyerah. Saya tidak berpikir mencari pekerjaan entry-level.
Saya akan mengatakan kepada lulusan baru: Jangan takut untuk meminta bantuan, dan mengambil keuntungan dari hal-hal yang Anda ambil. Kembali ke 2008, kami memasuki pasar kerja sebagai pengguna awal Facebook dan Twitter, sehingga kami dapat mendidik perusahaan tentang cara menggunakan platform tersebut.
Bisnis saat ini masih mencoba untuk mencari tahu TikTok, jadi jangan meremehkan kekuatan pengetahuan digital Anda.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR
-
Sufmi Dasco Jamin Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa Tak Akan Terulang, Intinya Kompak!
-
Kemendagri Beri Insentif Rp3 Miliar untuk Pemda Berprestasi di Papua
-
Prabowo: Tak Boleh Ada Daerah Tertinggal karena Jalan Rusak dan Akses Terbatas
-
Istana Monitor Dugaan Suap Pengurus BEM UBK Usai Demo dan Bertemu Wapres
-
Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius
-
Terungkap di Forum Mahasiswa, Begini Kronologi Terbongkarnya Kasus Dugaan Suap BEM UBK
-
Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
-
Rp20 Juta Dibagi Tujuh Orang, Ini Rincian Aliran Dana Suap yang Guncang BEM UBK
-
Konflik PT Mayawana Disorot: Kuburan Digusur, Warga Dipidana, Rantai Pasok APRIL Group Dipertanyakan