News / Internasional
Sabtu, 06 Juni 2020 | 15:18 WIB
Ilustrasi bom (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah perusahaan iklan di Jepang mendapatkan teror bom yang disampaikan melalui surat elektronik (surel). Teror tersebut mengancam akan meledakkan kantor pusatnya di Tokyo.

Menyadur The Japan Times, Jumat (5/6/2020), seorang karyawan Dentsu Group Inc mendapatkan surel yang mengatakan bahwa kantornya akan dibom.

Isi surel tersebut mengatakan "Peringatan ledakan di gedung markas besar Shiodome Dentsu dengan batas waktu 7:00 pagi pada 7 Juni, Minggu."

Sebuah sumber perusahaan tersebut mengatakan ancaman itu terjadi pada Jumat pagi (5/6/2020) dan tertera nama pribadi. Pesan tersebut juga mengatakan "perusahaan buruk yang mengganggu dunia akan didisiplinkan."

Melihat ancaman tersebut, pihak Dentsu langsung menutup gedung dan melalukan evakuasi serta memberi tahu pihak berwenang.

Perusahaan iklan raksasa ini telah menjadi fokus pengawasan politik karena menerima dana pemerintah sebesar 74,9 miliar yen (sekitar Rp 9,5 triliun) untuk membantu menjalankan program bantuan virus corona. Namun, melalui sebuah rencana yang dianggap tidak jelas.

Kantor Dentsu berada di distrik bisnis Shiodome, sekaligus kompleks perkantoran perusahaan blue chip SoftBank Group Corp dan maskapai ANA Holdings.

Perusahaan ini juga salah satu yang paling terkena dampak pandemi Covid-19. Sebab banyak klien yang membatalkan proyek setelah penundaan Olimpiade Tokyo 2020 yang disebabkan oleh virus corona.

Baca Juga: 3 Pabrikan Jepang Akan Produksi Tes Antigen Virus Corona Covid-19

Load More