Suara.com - Pemerintah Abu Dhabi menganggap mereka yang meninggalkan anak kecil tanpa pengawasan di mobil sebagai pelaku kejahatan. Pasalnya, hal ini dapat berujung pada kematian, terutama selama cuaca panas.
Menyadur Gulf News, Minggu (7/6/2020), pihak kepolisian mengingatkan para orang tua bahwa meninggalkan anak sendirian di mobil merupakan kejahatan, dan hukum yang berlaku siap menjerat para pelaku.
Hal ini berkaca pada beberapa insiden yang pernah terjadi sebelumnya, di mana anak-anak yang berujung tewas setelah ditinggal tanpa pengawasan.
"Sejumlah insiden pernah terjadi di masa lampau ketika anak-anak ditinggalkan di dalam mobil dan mereka meninggal karena lemas," ujar pihak kepolisian dalam keterangan.
Ini dianggap disebabkan oleh kelalaian keluarga karena anak-anak tidak memahami risiko yang ada saat mereka di dalam kendaraan sendirian."
Ketika anak-anak dibiarkan sendirian di kendaraan, sambung polisi, mereka dapat bermain dengan kunci kontak, roda gigi, rem tangan, hingga mematikan AC, di mana kondisi tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan mereka yang ada di dalam mobil.
Polisi menyebut mematikan mesin mobil menyebabkan kurangnya kadar oksigen, belum lagi ketika diperburuk diperburuk dengan suhu tinggi. Keadaan ini dapat menyebabkan kematian orang yang berada di dalam kendaraan.
Untuk itu, pihak kepolisian mengimbau supaya para orang tua tidak meninggalkan anak-anak di kendaraan tanpa pengawasan terutama bagi mereka yang ini berbelanja, atau pun alasannya lainnya.
Baca Juga: Perubahan Iklim Sebabkan Kiamat Serangga?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kekuasaan Amnesti Presiden Digugat, Apa Beda Amnesti dan Abolisi yang Kini Diuji di MK?
-
KPK Buka Kartu, Eks Menag Yaqut Tersangka Korupsi Haji Sejak 8 Januari
-
Semeru Muntahkan Awan Panas 4 KM, Kolom Abu Kelabu Membumbung Tinggi, Status Siaga
-
Menkum Buka Suara Soal Kasus Pandji Pragiwaksono: Cek Dulu KUHP Baru, Penuhi Unsur Gak?
-
Adik Jadi Tersangka Korupsi Haji, Sikap Gus Yahya: Saya Tak Akan Intervensi
-
KPK Sita Rp100 M, Biro Travel Ramai-ramai Kembalikan Uang Panas Korupsi Kuota Haji
-
Tuai Polemik, Pramono Anung Pasang Badan Soal Pembangunan JPO Sarinah: Untuk Difabel
-
Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono
-
Doa Ibu Jelang Sidang Vonis Laras Faizati: Semoga Anak Saya Bebas dan Hidupnya Kembali!
-
Profil dan Rekam Jejak Yaqut Cholil Qoumas, Eks Menag yang Kini Tersangka Korupsi Kuota Haji