Suara.com - Seorang pria asal Haryana, India, membunuh dua orang setelah naik pitam karena anak gadisnya kawin lari. Salah satu korban merupakan saudara dari pria yang kabur bersama putrinya.
Menyadur Hindustan Times, insiden yang menewaskan Deepak Kumar dan Naresh Kumar ini terjadi di distrik Jhunjunu pada Senin (8/6).
Deepak merupakan saudara laki-laki dari pria yang kawin lari, sementara Naresh merupakan teman Deepak yang saat itu kebetulan tengah bertamu.
Menurut keterangan pihak kepolisian, pelaku yang bernama Anil Jat, tak terima ketika putrinya nekat menikah dengan kekasihnya yang bernama Krishna, meski tak mendapat persetujuan dari keluarga.
Sejoli ini disebutkan melangsungkan pernikaha di desa Lalamandi, Buhana, sebelum akhirnya menghilang pada Selasa (2/6) lalu.
Anil yang meradang pun bergegas ke rumah si Krishna, lalu membacok para korban yang tengah tidur di teras menggunakan kapak pada pukul 04.00 pagi.
Begitu menemukan anaknya bersimbah darah, ayah Krishna dan Deepak, Rajveer, bergegas melapor ke polisi. Dari hasil pencarian menggunakan anjing pelacak, pelaku pun ditemukan beserta alat yang ia gunakan untuk mengeksekusi korban.
"Gerakan terdakwa juga tertangkap di kamera CCTV yang ada di area kantor polisi Buhana. Setelah sepedanya (Anil) sempat macet, ia kemudian berjalan menuju rumah Krishna dan membunuh dua pemuda yang tengah tidur di teras," ujar Gyan Singh, wakil kepala polisi Buhana.
Setelah melakukan pembunuhan, Anil masih saja tersulut emosi. Kepada polisi, ia mengatakan akan membunuh putri dan suaminya begitu keluar dari penjara.
Baca Juga: Lebih dari 1.100 Kasus Baru Virus Corona Tercatat di Argentina
Pun Anil mengatakan bahwa ia sebetulnya juga ingin membunuh Rajveer namun dirinya tak bisa menemukannya. "Anil menyebut dirinya telah kehilangan kehormatan di masyarakat karena putra Rajveer dan ia akan balas dendam," beber Buhana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?