Suara.com - Sosok buaya Riska tengah menjadi perbincangan di kalangan warganet setelah videonya viral di media sosial.
Seorang YouTuber pemilik kanal "Nyaman CHANNEL" membagikan video-video buaya muara Sungai Guntung, Kabupaten Bontang, Kalimantan Timur. Seperti dalam video yang diunggah pada Senin (1/6/2020).
Buaya berukuran mencapai 4 meter ini dikenal dekat dengan seorang warga bernama Pak Ambo. Riska juga kerap datang ke rumah Ambo untuk minta makan.
Namun kali ini, Pak Ambo bersama Youtuber itu mencari Riska di habitat aslinya, yaitu di muara.
Dalam video itu tampak, seekor buaya berukuran besar mendekat ke perahu yang dinaiki Pak Ambo dan Youtuber. Ketika Pak Ambo memanggil nama Riska, buaya itu langsung mendekat dari arah hutan bakau.
Ketika sudah dekat dengan perahu, Pak Ambo memberikan sepotong daging ayam. Buaya itu langsung menelan daging itu dengan satu gigitan.
"Astaga besarnya Pak Ambo," ujar si Youtuber melihat buaya Riska yang makan daging tersebut.
Lalu buaya itu mendekati sang Youtuber. Pemuda itu berusaha agak mundur dari tepi perahu karena ketakutan.
"Agak mundur dikit," katanya.
Baca Juga: Gadis Cantik Bakar Diri di Serang, Seluruh Badan Gosong
Pak Ambo menyahut, "Ndak papa, begitu memang dia, manja itu."
Pria paruh baya yang memakai kupluk hitam ini terus memberi makan buaya Riska sampai potongan daging yang dibawanya habis.
"Ini teman-teman pencarian kita bersama Pak Ambo, buaya Riska. Jadi kita menemukan di muara ini dan ini kita lihat buayanya wow luar biasa gede. Masya Allah gedenya," ujar si Youtuber.
Buaya itu pun tampak tidak melawan saat diberi makan. Reptil tampak tenang dan tidak terganggu dengan keberadaan manusia. Pak Ambo bahkan punya panggilan khusus untuk si hewan amfibi ini.
"Ndak usah kesitu, putri, hey putri," kata Pak Ambo kepada buaya itu.
Saat perahu melaju, buaya Riska mengikuti dari belakang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar