Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan pengakuan seorang pria yang mengaku siap menghirup mulut pasien Covid-19.
Belakangan diketahui, pria itu merupakan seorang seniman asal Surabaya, Jawa Timur bernama Taufik Hidayat atau yang karib disapa Cak Monyong.
Dalam video berdurasi 4 menit 53 detik yang viral di sosial seperti dibagikan pengguna Facebook Pattung Rusak belum lama ini, Taufik ingin membuktikan bahwa Jawa Timur dan Surabaya sudah terbebas dari Covid-19.
"Kita saksikan warung-warung kopi di Surabaya semuanya tutup, malam ini masih ada sebagian anak muda yang berkumpul. Kalau memang Covid-19 ini ada di Jawa Timur atau Surabaya, saya minta kepada staf juru bicara Kementerian kesehatan atau juru bicara kepresidenan akan saya sebarkan bahwa Jawa Timur sudah tidak ada Covid-19, yang terdampak dan terpapar corona yang mematikan," kata Taufik seperti dikutip Suara.com, Selasa (10/6/2020).
Ia juga mengatakan bahwa Covid-19 hanyalah konspirasi fitnah yang tidak ada tapi diada-adakan sehingga kemudian memicu ketakutan bagi warga Jawa Timur dan Surabaya.
"Kami hanya melihat kendaraan petugas kesehatan, kepolisian, satpol PP dan orang-orang yang menjadi satgas Covid-19, hanya berjalan-jalan tidak menemukan apa-apa, menghabiskan anggaran pemerintah dan memberi ketakutan kepada masyarakat," imbuhnya.
Untuk membuktikan bahwa Jawa Timur sudah terbebas Covid-19, Taufik lantas menantang agar dirinya diperbolehkan untuk menghirup mulut pasien yang virus mematikan tersebut.
"Kalau masih ada yang terpapar 200, 2000. Saya akan mencoba apakah orang tersebut Covid-19 atau tidak. Saya akan datang ke rumah sakit kalau diberi tahu pemerintah untuk saya sedot Covid-19 nya. Kalau saya tidak mati, maka sudah tidak ada lagi corona," kata Taufik.
Meski begitu, laki-laki tersebut mengaku mendukung upaya pemerintah yang hendak menerapkan tatanan hidup baru atau New Normal.
Baca Juga: Digombalin Berjamaah, 3 Gaya Seksi Marion Jola Ngecat Rumah Baru
Sebab menurutnya semua sektor perekonomian harus segera dipulihkan. Maka dari itu ia mengajak publik untuk bergotong royong.
"Mari dukung pemerintah ini karena Presiden Jokowi menyatakan new normal ayo semuanya bekerja. Bekerja lalu pasar-pasar dibuka, toko-toko dibuka, agar ekonomi segera bangkit agar ekonomi bangsa kita segera pulih," kata Taufik.
Tak cukup sampai di situ, di tengah video, Taufik menjelaskan maksud pernyataannya yang siap menghirup mulut pasien Covid-19. Kata Taufik, apabila dirinya terbukti selamat alias tidak terpapar Covid-19 maka ia meminta pemerintah untuk tidak menerapkam lokcdown maupun PSBB.
"Saya bertanggung jawab, kalau saya nanti ketika menghirup dari mulut orang-orang COVID-19 mati, maka silakan Anda pastikan Corona masih ada atau COVID-19 masih ada di Surabaya, Jawa Timur. Tapi kalau Saya tidak mati atau tidak terpapar corona maka permintaan saya adalah tidak ada lagi lockdown, tidak ada lagi PSBB maka permintaan saya semua toko-toko dibuka, pasar dibuka, semua orang bekerja. Mari kita dukung pemerintah Presiden Jokowi menyatakan new normal," lanjutnya.
Taufik juga menegaskan bahwa pernyataannya tersebut bukan sekadar lelucon. Ia menyebutkan alamat rumah serta kontak pribadi di akhir video, sebagai tanda bahwa dirinya siap bertanggung jawab apabila ada pihak yang ingin meminta konfirmasi terkait pernyataannya.
"Alamat saya Bulak Rukem Timur Gang 2 Nomor 70 Surabaya, Jawa Timur Indonesia. Saya siap mempertanggungjawabkan omongan saya. Kalau pemerintah tidak bisa membuktikan omongan saya dan tidak percaya, jangan memfitnah masyarakat Surabaya dan Jawa Timur atau Pemerintah Indonesia seakan-akan COVID-19 masih ada," ujar Taufik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara