Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pihaknya akan melakukan pemantauan jumlah pengunjung pusat perbelanjaan atau mal. Caranya, dengan menggunakan sistem QR code atau semacam kode yang dapat dipindai.
Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, pengunjung mal harus dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas. Diketahui mal di Jakarta akan dibuka pada 15 Juni mendatang.
Anies menjelaskan, nantinya setiap pengunjung yang datang akan didata jumlahnya. Pengunjung akan diminta untuk memindai QR code dalam proses pendataannya.
"Tadi di depan kalau dilihat QR itu untuk melihat jumlah pengunjung," ujar Anies di mal Emporium Pluit, Jakarta Utara, Kamis (11/6/2020).
Nantinya data jumlah pengunjung itu akan diawasai petugas Pemprov DKI. Jika kedapatan sudah melewati batas maksimal, maka pengelola akan ditegur.
"Kami akan mengawasi para pengelola bila ssmpai ambang-batas jumlah pengunjung terlewati, akan ditegur," jelasnya.
Selanjutnya jika teguran tak diindahkan dan pengelola tak mengurangi jumlah pengunjung, maka Anies akan menutup mal itu.
Setelah ditutup, mal yang melakukan pelanggaran nantinya diminta untuk evaluasi agar ketika dibuka kembali pelanggaran tak terulang lagi.
"Tetap melanggar maka akan ditutup sementara sampai nanti detilnya diatur supaya apabila ada pengendalian yang baik," pungkasnya.
Baca Juga: Pembelian Motor Secara Kredit Menurun Selama Pandemi Covid-19
Berita Terkait
-
Tak Pakai Masker Saat Belanja di Pasar Jakarta, Pengunjung Siap-siap Diusir
-
Cegah Cluster Baru Covid-19, Ngabalin Minta Masyarakat Bantu Pemerintah
-
Covid-19: Dunia Seni di Eropa Segera Membuka Diri Lagi untuk Pengunjung
-
Ngabalin: Rizal Ramli Harus Diberitahu Penyerapan Anggaran Pemerintah Jelas
-
Inggris Cabut Larangan Seks, Pasutri LDR Boleh Bersua Kembali
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan
-
BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa
-
Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?
-
2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya
-
Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik