Suara.com - Sebuah video yang baru-baru ini viral di media sosial memperlihatkan insiden sepeda masuk kafe. Pasalnya, sejumlah oknum terekam kamera CCTV memasukkan sepeda ke dalam kafe yang penuh dengan pengunjung.
Dari tayangan video yang diunggah oleh akun Twitter @aik_deathripper, para pengendara sepeda itu terlihat memasukkan sepeda mereka satu per satu melewati sebuah ruangan yang penuh dengan pengunjung.
Publik pun geram melihat hal ini karena beberapa oknum bahkan ada yang melewati ruangan sambil menaiki sepeda.
"Buat yang kenal atau yang tahu mohon diedukasi etika waktu masuk ruangan saat membawa sepeda lipat. Dengan kondisi banyak customer apakah pantas masuk ruangan dengan cara seperti itu?" tulis @aik_deathripper via Twitter.
Warganet pun semakin marah karena lampu sepeda ternyata juga belum dimatikan. Padahal, sepeda itu adalah sepeda lipat yang bisa dibawa secara fleksibel.
"Sepeda enggak dilipat dulu dari luar, lampu masih menyala, tetap dinaikin," kata @aik_deathripper.
Berdasarkan informasi dari akun @aik_deathripper, insiden pesepeda masuk kafe viral ini terjadi di sebuah kafe di Semarang, Jawa Tengah. Mengetahui hal ini, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun sampai ikut turun tangan.
Ia ikut membalas cuitan tersebut dan bertanya di mana lokasi pastinya.
"Itu di mana njeh?" tanya Wali Kota Hendrar @hendrarprihadi via Twitter.
Baca Juga: Suami Tak Menafkahi, Ibu Viral Pukul dan Sumpahi Anak Akhirnya Minta Maaf
Namun, tak hanya Hendrar Prihadi, sebagian besar warganet juga terlihat marah dan menilai hal itu sangat keterlaluan. Bahkan, salah seorang akun bernama @Rakaholy ikut memberikan kesaksian.
Akun @Rakaholy mengaku berada di lokasi kejadian saat insiden itu terjadi. Ia juga mengaku sempat berkomunikasi dengan para pengunjung kafe.
"Di sini saya akan menjelaskan kronologinya karena saya berdekatan dan berkomunikasi langsung dengan customer. Di sini saya tidak meminta dukungan atau cari muka. Tapi saya menjelaskan kejadian sebenar-benarnya agar tidak timbul asumsi yang berlebihan karna beritanya cukup viral," tulis @Rakaholy.
Ia kemudian menjelaskan jika para oknum pengendara sepeda itu menolak untuk parkir di tempat yang sudah disediakan karena takut sepedanya dicuri.
"Cust: Mas kalau ini sepeda dipindah atau kenapa-kenapa mas mau tanggung? Ini brompton lho mas. Aku mengulangi lagi kalimatku. Aku: Pak mohon maaf sebelumnya kita sudah menyediakan tempat parkir di sebelah sana (sambil menunjukkan)," kata @Rakaholy.
Sebagai informasi, sepeda Brompton merupakan salah satu merek sepeda premium. Merek sepeda ini juga sempat menjadi perbincangan publik usai diselundupkan di dalam pesawat baru Garuda Indonesia pada 2019 silam. Meski bentuknya kecil, namun sepeda tersebut dibanderol dengan harga fantastis yakni mencapai Rp 50 jutaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Esra Erkomay: Deteksi Dini Harus Jadi Budaya Agar Kanker di Indonesia Bukan Lagi Vonis Mati
-
Pramono Sebut Parpol Bisa Beli Nama Halte, NasDem Langsung Incar Naming Rights Gondangdia
-
Nekat Foto di Jalur Maut Sitinjau Lauik, Rombongan Arteria Dahlan Bikin Polisi Kena Getahnya!
-
Operasi Imigrasi Sapu Bersih, 346 WNA Diciduk dalam 5 Hari
-
Tolak 'War Tiket Haji', Maman DPR: Ibadah Bukan Ajang Kompetisi Klik Internet!
-
1,5 Tahun Menjabat, Kepercayaan Publik pada Prabowo Tembus 75,1 Persen, MBG Jadi Faktor Utama
-
Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran Tembus 74,1 Persen, Program MBG Jadi Faktor Utama
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
Kuota Program Magang Diperbesar Pemerintah, Peluang Karier atau Sekadar Tenaga Kerja Murah?
-
Gelap Mata Demi 'Deposit' Judol: Pria di Makassar Bacok Istri dan Leher Sepupu hingga Tewas!