Suara.com - Pemerintahan Donald Trump akan menghapus perlindungan perawatan kesehatan bagi transgender di Amerika Serikat.
Menyadur The Guardian pada Sabtu (13/6/2020), pemerintahan Trump telah merampungkan peraturan yang menggulirkan kembali perlindungan era Obama bagi transgender AS terhadap diskriminasi seks dalam perawatan kesehatan.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan akan "kembali ke interpretasi pemerintah tentang diskriminasi jenis kelamin sesuai dengan makna yang jelas dari kata 'seks' sebagai laki-laki atau perempuan dan sebagaimana ditentukan secara biologis".
Peraturan Obama mendefinisikan gender sebagai perasaan internal seseorang sebagai laki-laki, perempuan, bukan kombinasi.
Pergeseran kebijakan ini akan memungkinkan penyedia layanan kesehatan dan perusahaan asuransi yang menerima dana federal untuk menolak memberikan atau menutupi biaya perawatan warga transgender AS.
Beberapa organisasi telah mengumumkan akan menantang perubahan peraturan tersebut. Kampanye Hak Asasi Manusia mengumumkan akan mengajukan gugatan. ACLU juga mengatakan akan menuntut untuk membatalkan aturan tersebut.
Di bawah pemerintahan federal era Obama, sebuah rumah sakit dapat diminta untuk melakukan operasi transgender seperti histerektomi jika memiliki fasilitas yang memadai dan sanggup melakukannya.
Aturan itu dimaksudkan untuk melaksanakan bagian anti-diskriminasi dari Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang melarang diskriminasi seks dalam perawatan kesehatan.
Namun, menurut Roger Severino kepala unit departemen kesehatan yang menegakkan hukum hak-hak sipil, mengatakan warga transgender AS terus dilindungi oleh undang-undang lain yang melarang diskriminasi dalam perawatan kesehatan karena ras, warna kulit, asal kebangsaan, usia, kecacatan dan faktor-faktor lainnya.
Baca Juga: 3 Pemain Top Amerika Latin yang Belum Pernah Menangi Ballon d'Or
Kelompok LGBTQ +lama berpendapat bahwa perlindungan diperlukan untuk orang yang mencari perawatan konfirmasi gender, dan untuk orang trans yang membutuhkan perawatan medis untuk kondisi umum seperti diabetes atau masalah jantung.
Kelompok-kelompok perempuan AS juga menentang peraturan baru yang dibuat Trump, mereka mengatakan peraturan tersebut juga dapat menghambat akses aborsi, yang merupakan prosedur medis yang legal.
"Tidak seorang pun boleh takut ditolak oleh penyedia medis karena siapa mereka atau keputusan kesehatan pribadi yang telah mereka buat," kata Fatima Goss Graves, presiden Pusat Hukum Wanita Nasional.
Peraturan ini adalah langkah terbaru dalam upaya mencabut perlindungan yang baru dimenangkan oleh orang-orang LGBTQ+ di berbagai bidang mulai dari militer hingga perumahan dan pendidikan.
Pemerintah juga telah bergerak membatasi layanan militer untuk pria dan wanita transgender. Trump juga mengusulkan agar tempat penampungan tunawisma tertentu mempertimbangkan identitas gender. Kemudian dalam memo departemen kehakiman tahun 2017 menyimpulkan bahwa undang-undang hak sipil federal tidak melindungi orang-orang transgender dari diskriminasi di tempat kerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?