Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan kemunculan kalender tahun 1964 yang disebut warganet memiliki tanggal dan hari yang persis dengan kalender 2020.
Foto kalender tersebut viral di Twitter selepas dibagikan oleh pemilik akun @wsandrapertiwi, Selasa (16/6/2020). Sehari sejak dibagikan, unggahan itu telah mendapat 75 retweets dan 300 likes.
Kalender 1964 hasil temuan warganet ini diterangkan menampilkan gambar kereta api yang melintas di kawasan pegunungan Pacific Northwest.
Semetara 12 bulan yang ditunjukkan di sana, serupa dengan kalender 2020. Meski begitu, sang pengunggah berseloroh, mengatakan bahwa dalam kalender tersebut tidak menampilkan weton perhitungan perayaan hari kelahiran berdasarkan kalender Jawa.
"Ini kalender tahun 1964, ternyata bisa dipake tahun ini. Monggo bapak ibu yang lahir tahun 1964 diperiksa tanggal dan harinya. Monmap gak ada weton nyah," tulis @esandrapertiwi seperti dikutip Rabu (17/6).
Sontak penampakan kalender tahun 1964 itu menyita perhatian warganet untuk berkomentar. Tak sedikit yang menunjukkan keheranannya.
"Woaaa...siapa yang masih nyimpen kalender 1964," tulis @dewi_darmawa****.
"Masih ada gitu yang nyimpen kalender 56 tahun yang lalu (emoji tertawa)," kata @irfan***.
Sementara warganet lainnya justru memberikan tanggapan kocak.
Baca Juga: Foto Model Bugil Fotografer Cabul Bojonegoro Dijual ke Percetakan Kalender
"Libur lebarannya gak sama...cuti bersamanya gak ada...hmm..apa lagi yaa...?" sindir @Senoaji****.
"Tanggal merahnya dikit, emohhh," celetuk @arayang_a***.
Sebelumnya, sempat viral kalender hitam putih band legendaris The Beatles 1964 yang juga diklaim sama seperti kalender 2020.
Dalam kalender tersebut terlihat gambar empat personel The Beatles yakni Paul McCartney, George Harrison, Ringo Star dan John Lennon.
Kalender 1964 The Beatles ini cukup fenomenal, karena merupakan tahun bersejarah The Beatles yang berhasil mengeluarkan album pertamanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam