News / metropolitan
Reza Gunadha | Farah Nabilla
John Refra Kei menjadi pengkhotbah di Lapas Nusakambangan. [Ratnaningsih Dasahasta/Kantor Staf Presiden]

Suara.com - Siapa yang menyangka jika sosok John Kei yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan di Cengkareng dan penembakan di Green Lake City Cipondoh Tangerang pernah bertobat dengan menjadi pengkhotbah hingga belajar membatik.

Kasus penembakan di Green Lake City Cipondoh dan penganiayaan di Cengkareng Jakarta Barat ini diduga melibatkan seorang mantan narapidana John Kei yang dikenal memiliki anggota dalam menjalankan aksi kriminal.

Hasilnya, Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap 25 orang diduga kelompok bersenjata yang melakukan penyerangan di Tangerang dan Jakarta Barat. Salah satunya adalah John Kei.

Sebelum kasus penembakan dan penganiayaan tersebut John Kei pernah mendekam di Lapas Nusakambangan atas kasus pembunuhan berencana terhadap seorang pengusaha bernama Ayung.

Baca Juga: Gerebek Markas John Kei di Bekasi, Polisi Lepaskan Tembakan

Di Lapas itulah, John Kei ternyata pernah membuka jalan tobatnya.

Pada tahun 2018 lalu, seorang Tenaga Ahli Kedeputian V Kantor Staf Presiden, Ratnaningsih Dasahasta menceritakan kepada Suara.com soal pertemuannya dengan John Kei di Lapas Nusakambangan.

Belajar membatik

“Saya Ratna, Bang… dari Kantor Staf Presiden,” begitu salam yang kusampaikan sembari menyodorkan tanganku kepada lelaki berperawakan degap itu. Senyum tersungging di bibirnya yang menghitam sembari menggenggam hangat telapak tanganku. Nama lelaki itu John Refra Kei.

Badannya penuh tato, lengan kekar berotot, tapi pada jemari kanannya tergenggam canting. Sementara jemari kirinya menjadi wadah penahan kain putih agar menyerap tinta yang baru diulasnya.

Baca Juga: Detik-detik Penggerebekan Markas John Kei di Bekasi

John Kei sedang membatik.

Komentar