Suara.com - Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menanggapi terkait kabar anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 belum cair, sehingga berpengaruh kepada pelaksanaannya. Mahfud memastikan anggarannya sudah cair, tetapi ada miskomunikasi.
Mahfud mengatakan bahwa anggaran untuk penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 sebenarnya sudah dicairkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat.
Meski demikian, Mahfud menyebut ada miskomunikasi yang terjadi, di mana Ketua KPU Pusat Arief Budiman belum mendapatkan infornasi dari sekretariat jenderalnya.
Terlebih, sekretariat jenderalnya itu pun belum mentransfer ke daerah karena daerah-daerah itu belum menyerahkan rincian kebutuhannya.
"Yang sudah menyerahkan rincian telah ditransfer. KPU Jawa Timur, misalnya, anggarannya sudah cair sejak Senin lima hari yang lalu," kata Mahfud sebelum menghadiri rapat koordinasi persiapan Pilkada Serentak di Jawa Timur yang berlangsung di Surabaya, Jumat (26/6/2020).
Lebih lanjut, Mahfud menyebut apabila KPU daerah ingin segera mendapatkan dananya, maka harus segera mengajukan rincian kebutuhannya secara resmi agar tidak menyalahi undang-undang.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tidak ada alasan untuk menunda tahapan Pilkada Serentak 2020.
"Karena itu, tidak ada alasan untuk menunda tahapan pilkada serentak, karena yang dari Menteri Keuangan dananya sudah cair sesuai dengan tahapan permintaannya," pungkasnya.
Baca Juga: DPR : Kesiapan Anggaran Pilkada Pengaruhi Kualitas Demokrasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban