Suara.com - PM Denmark, Mette Frederiksen curhat di Instagram tentang pernikahannya yang ditunda karena berbenturan dengan pertemuan European Council atau Dewan Eropa bulan depan.
"Saya sangat menantikan untuk menikah dengan pria yang luar biasa ini. Tapi jelas itu tidak boleh, dan sekarang pertemuan Dewan di Brussels diadakan tepat pada hari Sabtu di bulan Juli, ketika kami merencanakan pernikahan," tulisnya.
"Saya harus mengurus pekerjaan saya dan mengurus kepentingan Denmark. Jadi kami mengubah rencana lagi," lanjutnya sembari menulis tak sabar untuk mengatakan ya pada Bo.
"Yang terpenting bagi kami adalah cinta itu sendiri. Saya berharap untuk mengatakan ya kepada Bo (yang untungnya sangat sabar)," tutup Mette.
Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan bertemu tatap muka pada 17 Juli untuk pertama kalinya sejak pandemi virus corona. Pertemuan ini memiliki agenda pembahasan anggaran Eropa dan rencana pemulihan dari krisis Covid-19.
Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, Denmark telah mencatat 12.836 kasus virus corona dan 603 kematian.
Denmark adalah salah satu negara Barat pertama yang memulai pelonggaran karantina pada bulan April setelah jumlah kasus di negara itu menurun.
Mette Frederiksen adalah pemimpin partai Sosial Demokrat Denmark yang jadi perdana menteri termuda di negara itu tahun lalu. Ia menjabat PM Denmark pada usia 41 tahun.
Baca Juga: Berita Baik, Vaksin Covid-19 Denmark Siap Diuji ke Manusia 6 Bulan Lagi
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!