Suara.com - Beredar video seorang pria diduga pelaku pembakar bendera Partai PDIP saat demo tolak RUU HIP di Gedung DPR RI pada Rabu (24/6/2020). Pelaku disebut-sebut merupakan orang suruhan dari PDIP.
Video tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama @Laki. Dalam video berdurasi satu menit tersebut memperlihatkan seorang pria tengah duduk dan diinterogasi oleh beberapa orang lainnya.
Hingga saat ini, sebaran akun @Laki telah dibagikan sebanyak satu kali dan mendapat 33 komentar dari pengguna Facebook lainnya.
Berikut isi narasinya:
"Nemu vidio di pos di grup. Apa ini bener? Kalo bener .. K napa pdi p segitunya kalo bikin sekenario .. apa ini sama dg mobil smk dan foto di lobang got.."
Pada bagian cover video, nampak tulisan yang menyebutkan pelaku orang suruhan PDIP. Berikut isi narasi cover video"
"PDIP menyuruh orang untuk membakar bendera PDIP".
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Baca Juga: Bawa Spanduk Kami Bukan PKI, Massa PDIP Minta Pembakar Bendera Diusut
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Senin (29/6/2020), klaim PDIP menyuruh orang untuk membakar bendera PDIP adalah klaim yang salah. Video yang diunggah tersebut merupakan video lama dan tidak ada kaitannya dengan pembakaran bendera PDIP.
Saat dilakukan pencarian fakta melalui mesin pencari gambar milik Google, diketahui bahwa gambar serupa pernah digunakan oleh beberapa media untuk memberitakan kejadian pada tahun 2018.
Pria dalam video tersebut adalah terduga pelaku perusak baliho penyambutan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Pekanbaru. Tak hanya baliho SBY, pelaku juga merusak sejumlah atribut Partai Demokrat.
Salah satu yang menggunakan gambar serupa dengan video tersebut adalah detik.com pada artikel berjudul “Ini Tampang Pelaku Perusak Baliho SBY di Pekanbaru” yang ditayangkan pada 15 Desember 2018.
Dikutip dari detik.com, disebutkan terduga pelaku perusak baliho penyambutan SBY hingga atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau telah diamankan oleh pihak berwajib.
Kesimpulan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Alarm Kesehatan: Wamenkes Soroti Lonjakan Kasus Kanker Serviks di Usia 30-an
-
Maktour dalam Kasus Kuota Haji: Saksi atau Terlibat?
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan IndonesiaInggris, Prabowo Panggil Mendikti ke Hambalang
-
MAKI Ingatkan Jaksa Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim
-
Kemenkes Siapkan Strategi Swab Mandiri untuk Perluas Deteksi Dini Kanker Serviks
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan