Suara.com - Nama berang-berang tiba-tiba masuk ke dalam salah satu faktor yang akan mempercepat perubahan iklim di bumi usai kedapatan 'menggrogoti' laposan es di Arktik, dekat kutub Utara.
Menyadur CNN, Selasa (30/6/2020), berang-berang kini mulai menginvasi wilayah Arktik dengan membuat sarang dari ranting pohon dan semak belukar.
Mereka membangun bendungan, membanjiri lembah-lembah kecil dan danau-danau baru yang berkontribusi pada pencairan permafrost--lapisan es beku di bawah tanah.
Permafrost sejatinya penting sebagai reservoir--penyimpan--alami untuk gas metana. Apabila permafrost mencair, gas metana akan bocor ke atmosfer dan mengubah iklim.
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah melihat berang-berang di tundra Alaska di mana mereka sebelumnya tidak pernah terlihat.
"Kami melihat pertumbuhan eksponensial di sana. Jumlah struktur ini berlipat ganda kira-kira setiap empat tahun," kata Ingmar Nitze, seorang peneliti dari Alfred Wegener Institute, Pusat Penelitian Kutub dan Lautan Helmholtz di Potsdam, Jerman.
Kendati mengancam pencairan es Kutub, kehadiran berang-berang di Alaska disebut ilmuan bukan tanpa alasan. Pemanasan global membuat Alasaka kini punya landscape vegetasi yang cukup untuk ditinggali berang-berang.
"Kami melihat peningkatan vegetasi. Ada lebih banyak semak masuk di sana sehingga semua hal yang perlu dilakukan oleh berang-berang untuk membangun bendungan, atau sebagai makanan, ada di sana," kata Nitze.
Baca Juga: Lapisan Es di Greenland Menipis, Permukaan Air Laut Naik Hingga 40 Persen
Tag
Berita Terkait
-
Tumpahan Minyak di Rusia Berisiko Cemarkan Samudera Arktika
-
Kutub Utara Terancam Kobaran Api akibat Kebocoran Minyak
-
Berang-berang Otter Laut di India Terancam Punah
-
Mulai Barbar, Berang-Berang yang Menginvasi Singapura Picu Perdebatan
-
Lapisan Es di Greenland Menipis, Permukaan Air Laut Naik Hingga 40 Persen
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan
-
Solusi Polemik Lapangan Padel di Jakarta: Relokasi ke Mal dan Kawasan Perkantoran
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia
-
Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri
-
Dimulai dari Pulomas, Lapangan Padel Bodong di Jakarta Mulai Disegel
-
Pengamat: Sudah Seharusnya Pemprov DKI Tak Beri Izin Lapangan Padel di Pemukiman Sempit
-
Vonis 15 Tahun Kerry Riza Disebut Jadi Alarm Bahaya Bagi Investor dan Direksi BUMN
-
Divonis 15 Tahun Penjara, Putra Riza Chalid Pastikan Banding: Sebut Hakim Abaikan Fakta