Suara.com - Anggota Ombudsman RI (ORI) Alvin Lie mempertanyakan soal rapid test yang mesti dilakukan masyarakat apabila hendak melakukan perjalanan udara. Sebab, rapid test yang seharusnya dilakukan dua hari, mayoritas hanya dilakukan satu kali.
Alvin mengungkapkan persyaratan rapid test dan swab test yang harus dilakukan penumpang kereta api atau maskapai penerbangan. Untuk kereta api, ia menyebut biaya rapid test bagi calon penumpang seringkali lebih mahal dari ongkos perjalanannya.
Kemudian, Alvin juga mempertanyakan keharusan penumpang melakukan rapid test sebelum melakukan perjalanan. Sebab, rapid test itu harus dilakukan dua kali untuk mengetahui apakah ada yang tertular atau tidak.
Sedangkan pada praktiknya, rapid test hanya dilakukan satu kali.
"Seharusnya rapid test dilakukan dua kali, sekarang rapid test satu kali, formalitas untuk bisa bepergian, ini yang menjadi pertanyaan," kata Alvin dalam sebuah diskusi yang disiarkan langsung melakui akun YouTube Ombudsman RI, Rabu (1/7/2020).
Selain itu, Alvin juga menyinggung soal biaya rapid test khusus untuk perjalanan udara. Biaya rapid test sangat beragam mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu, bahkan ada yang maskapai penerbangan yang menawarkan rapid test dengan cuma-cuma alias gratis.
Karena itu Alvin meminta pemerintah untuk bisa lebih transparan terkait modal rapid test. Pasalnya, ia mengkhawatirkan kalau rapid test itu malah menjadi komoditas dan menunculkan persaingan dagang.
Adapun standar biaya rapid test itu sendiri bisa berasal dari harga bea cukai karena alat rapid test bersifat impor.
"Pemerintah harus transparan kepada publik. Berapa harganya dan siapa importirnya ternyata importirnya beberapa saja, sehingga mereka mampu mempengaruhi pasar tidak sehat," pungkasnya.
Baca Juga: Pondok Pesantren Dibuka Lagi, Santri dari Surabaya Wajib Jalani Rapid Test
Berita Terkait
-
Awas! Pengelola SPPG Bisa Dijerat Pasal Berlapis Jika Menu MBG Bikin Keracunan
-
Teka-teki Nama Baru di Ombudsman RI, Sudah Disetujui DPR, Tapi Belum Diungkap ke Publik Ada Apa?
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
Pengamat Sentil Menhub soal Wacana Kenaikan Tarif Pesawat: Mau Langgar Aturan?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dari UMKM hingga Pekerja Migran, Ini 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia
-
Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman
-
SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September