Rendy Adrikni Sadikin
Kamis, 02 Juli 2020 | 10:20 WIB
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4).[Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengingatkan Presiden Jokowi agar tidak bernasib seperti Presiden ke-2 RI Soeharto saat lengser dari kekuasaannya.

Pernyataan Amien Rais disampaikan melalui akun jejaring sosial Instagram miliknya, @amienraisofficial, Rabu (2/7/2020), menanggapi kemarahan Jokowi di depan menteri.

Amien Rais mengingatkan Jokowi agar berkaca pada nasib Presiden ke-2 RI Soeharto. Selama 32 tahun berkuasa, Soeharto selalu dipuji menterinya. Namun, ketika lengser, para menteri tersebut tidak ada yang membela dan meninggalkannya.

"Saya ingatkan ya pada Pak Jokowi lihatlah nasib Pak Harto dulu. Beliau 32 tahun berkuasa, semua menterinya itu hanya mengiya-iyakan, memuji-muji, tidak ada menteri yang tidak memuji, sehingga terbuai," ujar Amien Rais.

Dia melanjutkan, "Ketika gerakan rakyat sudah mengepung kekuasaan. Pak Harto sulit bertahan, semua menterinya meninggalkan. Tidak ada lagi yang membela Pak Harto, kecuali satu orang yaitu Saadillah Mursjid."

"Ya Allah, jadi saya cuma mengingatkan berkacalah dari nasib Pak Harto, yang sangat kuat waktu itu tapi itupun ketika ditinggal menterinya jadi keropos. Itu Pak Harto," kata dia.

Pun demikian, kata Amien Rais, Presiden Pertama RI Soekarno juga pernah mengalami hal seperti itu, ditinggalkan menteri saat kekuasaannya runtuh.

"Nah pak Jokowi jauh lebih enteng daripada Bung Karno atau Pak Harto jadi jangan macam-macam. Kalau mau berbenah, cepatlah dan harus ikhlas, tidak usah ada sandiwara lagi," tutur Amien Rais.

Kasihan, tapi tertawa

Amien Rais merasa kasihan namun tertawa menanggapi amarah Presiden Jokowi kepada para menterinya saat rapat kabinet.