- Kemenpar menetapkan pembangunan pariwisata 2025-2026 berdasarkan enam tren global seperti wisata budaya dan ramah lingkungan.
- Kemenpar fokus pada lima program strategis mencakup keselamatan wisatawan, pengembangan desa, serta transformasi digital Tourism 5.0.
- Peningkatan daya saing pariwisata Indonesia bergantung pada kualitas layanan dan kemampuan SDM beradaptasi perubahan global terkini.
Suara.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan arah pembangunan pariwisata Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026 dengan menekankan enam tren utama yang tengah berkembang di tingkat global. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Widiyanti memaparkan bahwa dunia saat ini bergerak menuju pariwisata yang lebih personal, berkelanjutan, dan bermakna. Setidaknya terdapat enam tren utama yang diprediksi akan mendominasi pasar global dalam dua tahun ke depan.
“Tren tersebut meliputi Cultural Immersion, Eco-friendly Tourism, Nature and Adventure Based Tourism, Culinary and Gastro-Tourism, Wellness Tourism, serta Bleisure,” ujar Widiyanti dalam pemaparan daringnya, Rabu (11/2/2026).
Dalam paparannya, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa capaian positif sektor pariwisata harus diikuti dengan langkah strategis untuk merespons dinamika global sekaligus mengantisipasi tantangan ke depan.
Untuk itu, Kemenpar menyusun lima program unggulan pariwisata yang akan menjadi kerangka operasional strategis.
Lima Program Unggulan
Pertama, Keselamatan Wisatawan. Aspek keselamatan dijadikan fondasi utama pembangunan destinasi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pemandu wisata, dilakukan melalui pelatihan keselamatan, kesiapsiagaan bencana, dan pertolongan pertama.
Standar keselamatan usaha pariwisata juga diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian serta penyediaan informasi perjalanan yang jelas dan terpercaya.
Kedua, pengembangan Desa Wisata terus didorong sebagai motor pertumbuhan ekonomi lokal. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas produk, kelembagaan, dan keberlanjutan agar desa wisata semakin kompetitif serta mampu mendorong pemerataan pembangunan.
Ketiga, Pariwisata Berkualitas. Kementerian mengkurasi dan mempromosikan paket wisata tematik, mulai dari gastronomi, wellness, pariwisata bahari, desain dan seni, hingga wisata ramah muslim. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat daya tarik Indonesia bagi wisatawan bernilai tinggi.
Baca Juga: Lawang Sewu dan Sam Poo Kong Siap Memikat Wisatawan di Momen Libur Imlek
Keempat, Event by Indonesia. Penguatan event nasional dilakukan dengan menampilkan kreativitas khas Indonesia. Strategi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dalam waktu singkat sekaligus memperkuat citra destinasi di mata dunia.
Kelima, Transformasi Digital atau Tourism 5.0. Pemanfaatan teknologi digital menjadi prioritas, termasuk penguatan kecerdasan buatan (AI) Mayka dalam ekosistem pariwisata.
Platform digital Indonesia Travel akan diperluas untuk menghadirkan layanan yang lebih efektif dan berkualitas, terutama dalam mendukung penyelenggaraan event.
Lebih lanjut, Widiyanti menekankan bahwa transformasi menuju pariwisata berkualitas mustahil terwujud tanpa kesiapan sumber daya manusia.
Ia menyebut mahasiswa pariwisata sebagai garda terdepan yang akan mengharumkan citra Indonesia di kancah internasional.
“Daya saing pariwisata ke depan tidak hanya bergantung pada destinasi, tetapi pada kualitas layanan, pengalaman wisatawan, serta kemampuan industri beradaptasi terhadap perubahan global,” tegasnya.
Pemerintah berharap, melalui integrasi antara teknologi kecerdasan buatan dan SDM yang mampu membaca tren global, pariwisata Indonesia tidak hanya sekadar pulih, tetapi tumbuh menjadi industri yang lebih tangguh dan kompetitif di era Tourism 5.0.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
-
Lawang Sewu dan Sam Poo Kong Siap Memikat Wisatawan di Momen Libur Imlek
-
Jawaban Menpar Widiyanti Usai Diberi Nilai 50 Oleh Anggota DPR: Subjektif, Cuma Satu Orang
-
Menpar Widiyanti Bantah Isu Bali Sepi Wisatawan, Ungkap Data 12,2 Juta Kunjungan di 2025
-
Kritik Kebijakan Pariwisata, Anggota Komisi VII DPR Ini Beri Menpar Widyanti Nilai 50 dari 100
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Kuliah Banyak Praktik, Bisa Magang ke Luar Negeri? Poltekpar Buka PMB 2026
-
IPA PAM JAYA Terbakar! Api Lahap Bak Penampungan Air di Muara Karang, Diduga Akibat Percikan Las
-
Dirut BPJS: Polemik Penonaktifan PBI Sudah Selesai, 102 Ribu Pasien Kritis Direaktivasi
-
Kasatgas Tito: Pemerintah Percepat Rehabilitasi Sarana Pendidikan Pascabencana di Sumatera
-
Butuh Rp 15 Miliar, Menkes Budi Siap Aktifkan Lagi BPJS PBI 120 Ribu Pasien Kritis
-
Gus Ipul Sebut Dukungan Polri Percepat Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Rakyat
-
Gedung 40 Lantai untuk MUI di Bundaran HI, Demi Efektivitas atau Ada Makna Politiknya?
-
Ratapan Guru Madrasah Swasta, Gaji Cuma Rp300 Ribu per Bulan hingga Merasa Dianaktirikan
-
Detik-Detik Mengerikan Pesawat Smart Air Diburu Tembakan di Boven Digoel, 2 Pilot Tewas
-
Kasatgas Tito: Pengungsi Berkurang Signifikan dan Roda Ekonomi Kembali Berputar