News / Nasional
Rabu, 11 Februari 2026 | 18:03 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. [Suara.com/Lilis]
Baca 10 detik
  • Kemenpar menetapkan pembangunan pariwisata 2025-2026 berdasarkan enam tren global seperti wisata budaya dan ramah lingkungan.
  • Kemenpar fokus pada lima program strategis mencakup keselamatan wisatawan, pengembangan desa, serta transformasi digital Tourism 5.0.
  • Peningkatan daya saing pariwisata Indonesia bergantung pada kualitas layanan dan kemampuan SDM beradaptasi perubahan global terkini.

Suara.com - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan arah pembangunan pariwisata Indonesia untuk tahun 2025 dan 2026 dengan menekankan enam tren utama yang tengah berkembang di tingkat global. Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Widiyanti memaparkan bahwa dunia saat ini bergerak menuju pariwisata yang lebih personal, berkelanjutan, dan bermakna. Setidaknya terdapat enam tren utama yang diprediksi akan mendominasi pasar global dalam dua tahun ke depan.

“Tren tersebut meliputi Cultural Immersion, Eco-friendly Tourism, Nature and Adventure Based Tourism, Culinary and Gastro-Tourism, Wellness Tourism, serta Bleisure,” ujar Widiyanti dalam pemaparan daringnya, Rabu (11/2/2026).

Dalam paparannya, Menteri Pariwisata menegaskan bahwa capaian positif sektor pariwisata harus diikuti dengan langkah strategis untuk merespons dinamika global sekaligus mengantisipasi tantangan ke depan.

Untuk itu, Kemenpar menyusun lima program unggulan pariwisata yang akan menjadi kerangka operasional strategis.

Lima Program Unggulan

Pertama, Keselamatan Wisatawan. Aspek keselamatan dijadikan fondasi utama pembangunan destinasi. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya pemandu wisata, dilakukan melalui pelatihan keselamatan, kesiapsiagaan bencana, dan pertolongan pertama.

Standar keselamatan usaha pariwisata juga diperkuat melalui koordinasi lintas kementerian serta penyediaan informasi perjalanan yang jelas dan terpercaya.

Kedua, pengembangan Desa Wisata terus didorong sebagai motor pertumbuhan ekonomi lokal. Fokus diarahkan pada peningkatan kualitas produk, kelembagaan, dan keberlanjutan agar desa wisata semakin kompetitif serta mampu mendorong pemerataan pembangunan.

Ketiga, Pariwisata Berkualitas. Kementerian mengkurasi dan mempromosikan paket wisata tematik, mulai dari gastronomi, wellness, pariwisata bahari, desain dan seni, hingga wisata ramah muslim. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat daya tarik Indonesia bagi wisatawan bernilai tinggi.

Baca Juga: Lawang Sewu dan Sam Poo Kong Siap Memikat Wisatawan di Momen Libur Imlek

Keempat, Event by Indonesia. Penguatan event nasional dilakukan dengan menampilkan kreativitas khas Indonesia. Strategi ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dalam waktu singkat sekaligus memperkuat citra destinasi di mata dunia.

Kelima, Transformasi Digital atau Tourism 5.0. Pemanfaatan teknologi digital menjadi prioritas, termasuk penguatan kecerdasan buatan (AI) Mayka dalam ekosistem pariwisata.

Platform digital Indonesia Travel akan diperluas untuk menghadirkan layanan yang lebih efektif dan berkualitas, terutama dalam mendukung penyelenggaraan event.

Lebih lanjut, Widiyanti menekankan bahwa transformasi menuju pariwisata berkualitas mustahil terwujud tanpa kesiapan sumber daya manusia.

Ia menyebut mahasiswa pariwisata sebagai garda terdepan yang akan mengharumkan citra Indonesia di kancah internasional.

“Daya saing pariwisata ke depan tidak hanya bergantung pada destinasi, tetapi pada kualitas layanan, pengalaman wisatawan, serta kemampuan industri beradaptasi terhadap perubahan global,” tegasnya.

Pemerintah berharap, melalui integrasi antara teknologi kecerdasan buatan dan SDM yang mampu membaca tren global, pariwisata Indonesia tidak hanya sekadar pulih, tetapi tumbuh menjadi industri yang lebih tangguh dan kompetitif di era Tourism 5.0.

Reporter: Tsabita Aulia

Load More