Suara.com - Bangunan bernilai sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia di Mudiak Dadok, Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinisi Sumatera Barat dibiarkan mangkrak tak terurus.
Padahal, bangunan tersebut pernah menjadi markas mantan Pemimpin Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) Syafruddin Prawiranegara dalam memegang kendali republik saat itu.
Lantaran itu, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) berencana untuk membangun replika markas yang tersisa dari masa PDRI di Mudiak Dadok, Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Limapuluh Kota .
"Kita dari UMSB mungkin dalam waktu yang terlalu lama ini akan mereplika kembali bangunan itu, masalah pembiayaan kita akan gandeng stakeholder yang konsen dalam hal itu," kata Rektor UMSB Riki Saputra seperti dilansir Klikpositif.com-jaringan Suara.com pada Sabtu (4/7/2020).
Dia mengatakan, keinginan tersebut muncul setelah melihat bekas markas Syafruddin dalam kondisi tak terawat dan tak dihuni selama puluhan tahun. Sehingga dikhawatirkan, nilai-nilai sejarahnya luntur seiring dengan hancurnya fisik bangunan.
Dikatakannya, PDRI berkontribusi luar biasa terhadap NKRI. Karena itulah, dia berkeinginan mereplika bekas bangunan tersebut dengan membawa tim teknik UMSB .
"Bangunannya tidak akan rubah struktur fisiknya, akan kita perkokoh dan mungkin akan kita isi foto-foto di dalamnya seperti sebuah museum," ucapnya.
Sementara menurut tokoh masyarakat setempat Zulfikri Tuanku Gindo, Mudiak Dadok merupakan basis pertahanan atau persembunyian dari tentara republik semasa PDRI. Kondisi tersebut ditopang topografi alam dengan kontur bukit dan lokasi strategis serta terpencil sehingga menjadi salah satu alasan wilayah tersebut dipilih menjadi basis pertahanan.
Syafruddin kemudian juga membuat semacam basis militer di wilayah tersebut. Bahkan, keberadaan sebuah bangunan yang dahulunya berupa Surau, dijadikan sebagai markas dalam mengatur strategi dalam menentang Belanda. Kini, surau tersebut sudah lapuk dan tak dihuni, serta bentuk fisiknya pun berubah karena sudah banyak bangunannya runtuh.
Baca Juga: Penemuan Batu Candi Diduga Peninggalan Mataram Kuno
"Selama PDRI, Syafruddin bolak balik ke sini, dan di surau atau disinilah ia mendirikan markasnya," ungkap Zulfikri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra