Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria menjual tokek berukuran raksasa dengan harga fantastis viral di media sosial, Sabtu (4/7/2020). Dalam video itu, sang pria memperlihatkan seekor tokek raksasa yang ia sebut dengan nama tokek julung-julung.
Adapun ukuran tokek tersebut menurutnya berukuran panjang 85 cm.
“Ini tokek julung-julung di NTB, panjang 85 cm,” ujar pria itu seperti terdengar dalam video sebagaimana dilansir dari Terkini.id (jaringan Suara.com).
Pemilik tokek tersebut, kata pria itu, adalah seseorang bernama Zaki yang tinggal di Lombok.
“Ini yang punya Zaki, di Lombok,” ujarnya.
Ia pun mengatakan bahwa tokek tersebut ingin ia jual seharga Rp 1 triliun kepada siapa saja yang berminat.
“Saya mau jual 1 T (triliun),” ujar pria itu sambil memegang tokek tersebut dengan kedua tangannya.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan momen transaksi jual beli hewan tokek senilai Rp 10 miliar juga sempat viral di media sosial pada Mei 2020 lalu.
Dilihat dari video yang beredar, tampak seorang pria pemilik tokek tersebut bersalaman dengan lelaki yang membeli hewan peliharaannya itu seharga Rp 10 miliar.
Baca Juga: Tolak Laporan Anak Durhaka, AKP Priyono Iba Lihat Ibu-ibu Nangis Dibentak
"Pada tanggal 9 Maret 2020, kami melakukan transaksi TR (Tokek) ukuran 45 cm punya Bapak Namik dari Magelang, ini otorita buyer Bapak Hartomi, dengan uang keseriusannya kurang lebih kami bawa Rp 10 miliar,” ujar seorang pria yang merekam transaksi tersebut.
Dalam video, terlihat setumpuk uang yang disebut berjumlah Rp 10 miliar berjejer di meja di lokasi transaksi.
“Ini contoh yang kita bawa pak, masih ada lagi di belakang,” kata perekam video sambil memperlihatkan uang transaksi tersebut.
“Jadi bagi pemilik tokek atau kuasa barang dari Owner, silahkan bawa barangnya dengan benar kalau mau ditransaksi. Ini bukti dana keseriusan dari kami pak,” sambungnya.
Sang perekam video juga memperlihatkan tokek yang dipegang oleh si pemilik tokek tersebut.
“Ini si pemilik Pak Namik dari Magelang, ini tokeknya pak udah kami transaksikan mungkin besok bisa penyelesaian,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Viral Pernikahan Pria di Lombok, Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air
-
Rute Penerbangan Sumbawa-Lombok Dibuka Kembali
-
Tolak Laporan Anak Durhaka, AKP Priyono Iba Lihat Ibu-ibu Nangis Dibentak
-
Niat Penjarakan Ibu, MH Mau Diberi Uang dan Disuruh Sujud
-
Bejat! Sepasang Muda-mudi Mesum di Pantai Suryawangi NTB
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!