Suara.com - Toko-toko di Inggris menghapus produk olahan dari kelapa karena diduga mempekerjakan monyet secara paksa dalam proses pembuatannya.
Menyadur South China Morning Post (SCMP), empat retailer Inggris menghapus produk olahan kelapa dari Thailand, setelah muncul laporan bahwa dalam proses pembuatannya melibatkan monyet, hewan tersebut digunakan oleh beberapa peternakan untuk memetik buah.
Surat kabar Telegraph menerbitkan laporan mengutip penyelidikan oleh kelompok pemerhati hewan PETA Asia, yang menyoroti penggunaan monyet kuncir yang diambil dari alam liar di Thailand dan dilatih secara paksa untuk memanen kelapa yang digunakan membuat santan, daging buah, tepung, minyak, dan produk lainnya.
Menurut PETA Asia, petani yang menggunakan praktik tersebut, produknya dijual oleh dua produsen utama santan di Thailand yakni Aroy-D dan Chaokoh.
Salah satu toko bernama Asda, mengatakan bahwa mereka menghapus produk bermerek Aroy-D dan Chaokoh dari penjualan sembari mereka menyelidiki laporan tersebut dengan para pemasoknya.
"Kami mengharapkan pemasok kami untuk menegakkan standar produksi tertinggi setiap saat dan kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan hewan dalam rantai pasokan kami," kata pihak Asda dikutip dari SCMP.
Seorang juru bicara untuk Sainsbury mengatakan bahwa pihaknya secara aktif meninjau wilayahnya dan menyelidiki masalah tersebut. "Kami juga berhubungan dengan PETA UK untuk mendukung penyelidikan kami," katanya.
Konservatif Carrie Symonds, tunangan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, menyambut baik langkah para penjual dan mendesak toko-toko Inggris lainnya untuk melakukan hal yang sama.
"Saya senang ketika Waitrose, Co-op, Boots & Ocado bersumpah untuk tidak menjual produk yang menggunakan tenaga monyet, sementara Morrisons telah menghapus ini dari toko-tokonya," kata Symonds di Twitter.
Baca Juga: Hantam Bournemouth, Manchester United Naik ke Posisi Keempat
Tesco, pengecer terbesar di Inggris, mengatakan santan dan air kelapa merek sendiri tidak menggunakan tenaga kerja monyet dalam produksinya dan tidak menjual produk bermerek yang diidentifikasi oleh PETA.
"Kami tidak mentolerir praktik ini dan akan menghapus semua produk yang diketahui telah menggunakan tenaga monyet selama produksinya," kata juru bicara Tesco.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Jakarta Utara, 643 Warga Semper Barat Mengungsi, Kapolda: Kami Pastikan Terlayani dengan Baik
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air
-
Hujan Masih Akan Guyur Seluruh Jakarta Hari Ini
-
Modus Paket Online, Polisi Gagalkan Peredaran Vape Narkotika di Jakbar
-
Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen
-
Demo di Komdigi, Massa Minta Takedown Mens Rea di Netflix dan Ancam Lanjutkan Aksi ke Polda Metro
-
Nyumarno Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kunang
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat