Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron melakukan reshuffle kabinet dan mencopot beberapa menteri bermasalah. Menyadur Channel News Asia pada Selasa (7/7/2020), ada tiga menteri yang aman dari perombakan.
"Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian, Menteri Pertahanan Florence Parly dan Menteri Ekonomi Bruno Le Maire semuanya tetap di pos mereka," kata pembantu presiden Alexis Kohler pada wartawan di Istana Elysee.
Resuffle ini dimulai dari PM Edouard Philippe yang dicopot pada Jumat (03/07/2020). Ia digantikan oleh Perdana Menteri baru Jean Castex.
Menteri dalam negeri Christophe Castaner digantikan oleh Gerald Darmanin yang sebelumnya menjabat menteri anggaran. Castaner bermasalah karena dugaan rasisme dan kekerasan di antara pasukan polisi.
Posisi Gerald Darmanin tetap kuat meskipun pada tahun 2009 pernah ada dugaan perkosaan, saat seorang wanita minta bantuan Darmanin untuk menghapus catatan kriminal.
Darmanin membantah tuduhan itu dan dakwaannya dibatalkan pada 2018. Awal tahun ini, hakim memberi perintah untuk membuka kembali kasus tersebt dan melakukan penyelidikan kembali.
Sementara itu, menteri lingkungan Elisabeth Borne akan digeser sebagai menteri tenaga kerja dan posisinya digantikan oleh Barbara Pompili.
Pompili menghadapi tugas berat untuk meyakinkan pemilih Macron terkait keseriusannya pada lingkungan setelah Ekologi Eropa, The Greens (EELV).
Kejutan perombakan paling besar datang ketika pengacara kriminal Prancis Eric Dupond-Moretti ditunjuk sebagai menteri kehakiman. Namanya melejit berkat rekornya dalam memenangkan pembebasan kliennya.
Baca Juga: Istana Redam Isu Reshuffle, LP3ES: Jokowi Lemah di Hadapan Koalisi Oligarki
Olivier Veran yang dinilai buruk dalam penanganan virus corona di Perancis masih bertahan sebagai menteri kesehatan.
Menurut pembantu presiden Alexis Kohler, deretan nama dalam reshuffle kabinet ini berdasarkan proposal yang diajukan PM Prancis yang baru, Jean Castex.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat
-
LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!
-
Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh
-
Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK
-
Tak Berhenti di 13 Orang! Polisi Beri Sinyal Tersangka Baru di Kasus Daycare Little Aresha
-
Cari Keadilan, Arief Pramuhanto Bakal Ajukan PK ke Mahkamah Agung
-
Penertiban Aset GBK, Marinus Gea Minta Pemerintah Buktikan Manfaatnya Bagi Negara
-
KPK Serahkan Rp153,6 Miliar Hasil Rampasan Korupsi Eks Dirut Taspen
-
Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA