Suara.com - Buronan kasus cessie Bank Bali, Djoko Tjandra, menyedot perhatian publik seusai bisa lolos masuk ke Indonesia dan bahkan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Tak hanya itu, Djoko juga membuat KTP elektronik pada hari yang sama saat mendaftarkan PK, yakni 8 Juni 2020 lalu.
Lurah Grogol Selatan Asep Subahan mengatakan, Djoko Tjandra secara administrasi masih terdaftar sebagai warga Grogol Selatan.
Menurut Asep, Djoko melalui kuasa hukumnya minta dibuatkan rekam e-KTP.
"Jadi kami informasikan melalui pengacara hukumnya bahwa Pak Djoko Tjandra dengan KTP yang lama masih warga Grogol Selatan. Pak Djoko Tjandra melalui kuasa hukumnya Bu Anita minta dibuatkan KTP Elektronik," kata Asep di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2020).
Asep menerangkan, Djoko saat membuat KTP elektronik, datang ke kantor Kelurahan Grogol Selatan. Sebab, dalam proses pembuatan KTP, harus memerlukan rekam wajah dan sidik jari.
"Persyaratan utama harus yang bersangkutan hadir karena ini memerlukan perekaman wajah dan perekaman sidik jari," sambungnya.
Lebih lanjut, Asep menyatakan jika secara sistem, nomor induk kependudukan (NIK) Djoko masih tertera di Kelurahan Grogol Selatan. Dengan demikian, lanjut Asep, tidak mungkin ada istilah NIK ganda karena sistem sudah tersambung dengan saluran penghubung nasional.
"Secara sistem, nomor induk kependudukan Pak Djoko Tjandra masih tertera di Satpel Kependudukan dan Catatan Sipil di Kelurahan Grogol Selatan," ungkap Asep.
Baca Juga: Buronan Djoko Tjandra Sempat Buat e-KTP di Jaksel, Kejagung Ogah Komentar
"Dan ini saluran penghubung nasional, jadi ke semua sistem pasti terbaca. Jadi ketika memasukkan NIK seseorang, pasti akan tertera satu NIK. Tidak ada istilahnya NIK ganda," tutup dia.
Dari informasi yang dihimpun, sang buronan tinggal di sebuah rumah mewah di Jalan Simprug Golf I, Nomor 89, Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama. Rumah tersebut tampak dijaga oleh beberapa satpam.
Berdasarkan pantauan Suara.com, Selasa siang, rumah mewah berwarna putih tersebut berada di pinggir jalan utama. Terlihat juga ada puluhan unit sepeda motor, satu unit mobil berwarna silver terparkir di depan gerbang dan satu unit truk.
Salah satu satpam bernama Rusdi membenarkan jika rumah tersebut sempat dihuni oleh Djoko Tjandra beserta keluarga. Meski demikian, sang buronan disebut sudah lama tidak menghuni rumah mewah tersebut.
"Betul (rumah Djoko Tjandra). Tapi sudah lama tidak di rumah ini," ujar Rusdi di lokasi.
Terpantau ada sejumlah aktivitas di rumah Djoko Tjandra. Beber apa orang sedang mengerjakan sesuatu, salah satunya mengelas besi.
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah