Suara.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo ikut mengomentari perihal video bule yang bersepeda melawan arus di jalanan Jakarta.
Video bersepeda melawan arus yang dibuat oleh dua orang bule itu justru dianggap Roy Suryo sebagai sebuah karya hasil editing atau suntingan belaka.
Dikutip Suara.com dari cuitan Roy Suryo yang membalas pertanyaan seorang warganet, mantan Menpora itu menyoroti sebuah bagian video yang dianggapnya sebagai suntingan.
"Lumayan bagus sih editingnya, cuma di bagian ini kurang rapi ngeditnya karena "bagian belakang"-nya jadi "hilang"," tulis Roy Suryo, Selasa (14/7/2020).
Video pesepeda bule melawan arus jalanan Jakarta baru-baru ini menjadi perbincangan publik.
Dalam video itu tampak dua bule yang salah satunya membawa kamera untuk merekam aksi mereka, tengah mengayuh sepedanya dengan kencang melewati kemacetan lalu lintas Jakarta dari arah yang berlawanan.
Tak cuma itu. Si pesepeda juga melintasi jalan "tikus" di dalam perkampungan di mana anak-anak juga biasa bermain.
Pesepeda tersebut terlihat gesit melewati jalanan itu. Namun, warga di sana tampak kaget ketika melihat pesepeda melintas dengan gesit.
Hal yang paling membuat deg-degan adalah ketika dirinya melawan arus lalu lintas yang ada di jalan. Diduga aksi tersebut ini terjadi di jalanan sekitar Jakarta.
Baca Juga: Bule Pemerkosa 305 Anak Bunuh Diri di Penjara, Polda: Tak Ada Gelagat Aneh
Video itu diketahui dibuat oleh sebuah akun YouTube Lucas Brunelle yang memang sering membuat aksi nekat bersepeda menantang jalanan berbagai daerah di dunia.
Aksi ini membuat warganet geram karena dianggap membahayakan pengguna jalan lain.
Tak heran jika kini baik akun YouTube maupun akun Instagram bule tersebut diserbu oleh warganet Indonesia yang marah.
"Gila sih.. belom ngerasain aja kalau masuk kampung gitu terus ga sengaja nabrak bocah.. habis deh lu digebukin orang sekampung," komentar warganet dengan akun @meow_leader.
"Barusan saya mikir bahwa ada 2 orang sok jagoan di video ini : 1. Biker 2. Videographer. Dua-duanya sama beresiko menantang maut....," cuit @suryakachandra.
Berita Terkait
-
Bule Pemerkosa 305 Anak Bunuh Diri di Penjara, Polda: Tak Ada Gelagat Aneh
-
Dari 305 Video, Baru 19 Anak Korban Perkosaan WN Perancis yang Dikenali
-
Minggu Depan, Pemprov DKI Putuskan Tiadakan Jalur Sepeda Sudirman-Thamrin
-
Kehabisan Uang, Bule Rusia 3 Bulan Jadi Gelandangan di Taman Bali
-
Viral Aksi Pesepeda Bule Sok Jagoan Nekat Lawan Arus, Mau Setor Nyawa?
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tembus 79,9 persen, Kenapa Kepuasan Kinerja Prabowo Lebih Tinggi dari Presiden Sebelumnya?
-
Saat Pemutakhiran Data Bantuan Berujung Pencabutan Status BPJS PBI, Begini Situasi yang Terjadi
-
Peringati World Interfaith Harmony Week 2026, Ketua DPD RI Fasilitasi Dialog Tokoh Lintas Agama
-
Dianiaya karena Tolak Tambang Ilegal, Nenek Saudah Kini dalam Lindungan LPSK: Siapa Pelakunya?
-
Motor Roda 3 dari Program Atensi Kemensos Bantu Wak Keple Bangkitkan Usaha
-
Kasus Chromebook, Pakar: Kejaksaan Bongkar Siasat 'Regulatory Capture' untuk Dalih Nadiem Makarim
-
Basarnas Fokuskan Pencarian di Muara Pantai Sine, Wisatawan Malang Terseret Ombak Belum Ditemukan
-
Dalai Lama Buka Suara soal Namanya Disebut Ratusan Kali dalam Dokumen Rahasia Epstein
-
Survei Indikator: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Ditopang Pemilih Gen Z
-
Awal Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah, Muhammadiyah, NU, dan BRIN