Suara.com - Satu video beredar di media sosial (medsos) yang menggambarkan beberapa pengendara sepeda tak bisa masuk ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Dalam video itu, mereka mengaku diminta paspor agar bisa masuk wilayah di kawasan Utara Jakarta tersebut.
Terlihat dalam video, seorang pria menjelaskan tidak diizinkan masuk bersama rekannya karena sudah lewat pukul 09.00 WIB. Mereka harus meminta izin pada bagian marketing PIK 2 untuk bisa masuk.
Pria itu lantas menyesalkan aturan ini, karena menganggap dirinya sebagai rakyat malah tidak diperbolehkan masuk kawasan itu. Terlebih lagi yang boleh masuk hanyalah kendaraan roda empat saja.
"Bahwa kalau mau masuk tempat ini di atas jam 09.00 WIB harus pakai paspor, harus minta izin kepada pemilik di kantor marketing," ujar pria itu dalam videonya yang dikutip Suara.com, Rabu (15/7/2020).
"Jadi kalau kita ke Pantai Indah Kapuk itu seperti turis di negeri sendiri. Parah, parah," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Jakarta Utara (Walkot Jakut) Sigit Wijatmoko menjelaskan, pengelola PIK 2 tengah melakukan pengaturan jadwal kendaraan masuk karena sedang ada pengerjaan proyek. Berbagai kendaraan berat, seperti truk akan lalu lalang di atas jam itu dan pesepeda dilarang melintas demi keselamatan.
"Info security ada pengaturan untuk giat olahraga atau bersepeda di kawasan tersebut dalam rangka aspek keselamatan mengingat di lokasi masih banyak alat berat beroperasi dan mobilisasi truk besar," jelasnya.
Ia menyebut, tepat di dekat pos keamanan lokasi pesepeda dihentikan itu, ada pemberitahuan jadwal kendaraan. Sigit menduga pesepeda tidak melihatnya.
Karena terlanjur kesal, pesepeda itu akhirnya diduga mengeluarkan sindiran bahwa untuk bisa masuk PIK 2 harus menggunakan passport.
Baca Juga: Masuk Pantai Indah Kapuk 2 Pakai Paspor dan 4 Berita Viral Lainnya
"Yang bersangkutan tidak jelaskan waktu ada di lokasi, padahal di belakang jelas ada spanduk yg mengatur penggunaan jalur untuk bersepeda," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Analis Intelijen Barat Puji Iran Tetap Kokoh Meski Selat Hormuz Digempur AS
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19