Suara.com - Pemerintah Pakistan mendesak warganya untuk membeli hewan kurban secara online untuk mencegah adanya peningkatan kasus virus corona selama persiapan Idul Adha.
Menyadur Channel News Asia, otoritas berwenang juga meminta masyarakat yang nantinya datang ke pasar hewan, wajib memakai masker.
Pembatasan sosial terkait virus corona yang diterapkan di Pakistan mengakibatkan turunnya jumlah pengunjung pasar hewan pada hari raya Idul Adha tahun ini.
Pasar hewan utama kota terbesar di Pakistan, Karachi, tak terlalu ramai pada Minggu (26/7), dibandingkan dengan satu pekan sebelum hari raya di tahun-tahun sebelumnya.
Menurut salah satu penjual hewan di pasar tersebut, Muhammad Akram, hanya separuh pelanggannya yang datang ke pasar kali ini dibandingkan tahun lalu.
Dan beberapa pengunjung, sambung Akram, terlihat tak menerapkan protokol kesehatan seperti tidak memakai masker.
"Lihat sekililingmu, tidak ada yang memakai masker," ujar Akram.
Sementara pengunjung pasar menurun drastis, warga Pakistan rupanya lebih memilih untuk berkurban dengan cara membayar amal.
Sekretaris jenderal badan amal Almangir Welfare Trust, Shakil Dehelvi, mengatakan organisasinya telah menerima pemesanan dua kali lebih cepat dari tahun lalu.
Baca Juga: Masa Pandemi, Jumlah Hewan Kurban di Masjid Pathok Negara Babadan Meningkat
Pakistan sejauh ini telah mencatatkan lebih dari 270 ribu kasus virus corona dengan hampir 6.000 kematian. Per Minggu (26/7), infeksi baru harian mencapai 1.200 kasus.
"Dalam empat minggu terakhir telah terjadi penurunan yang siginifikan terkait penyebaran pandemi, dibarengi dengan penurunan kematian sebesar 80 persen," ujar Menteri Kesehatan Zafar Mirza, Minggu (26/7).
Mirza kemudian menyebutkan situasi jelang hari raya dapat menyebabkan lonjakan kasus seperti yang terjadi pada Idul Fitri lalu, lantaran meningkatnya intensitas orang bepergian dan berkumpul.
"Orang-orang harus memanggapinya dengan serius dan bertanggung jawab. Ada kemungkinan kasus akan naik lagi, seperti Spanyol," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas