Menurut Suster Genobeba sekarang ini ada berbagai modus yang digunakan untuk melakukan perdagangan manusia, yang membuat korban tidak sadar jika mereka nantinya akan diperdagangakan.
Dia mencontohkan kasus yang sedang ditangani Yayasan Vivat melibatkan seorang perempuan Dayak asal Kalimantan yang sebelumnya bekerja di Jakarta, berusia 27 tahun.
"Kasusnya terjadi bulan November lalu, karena dia merasa sudah umur menikah, dia kemudian mendapat tawaran untuk menikah dengan orang dari Taiwan oleh seseorang di sana," kata Suster Geno.
Pada awalnya, perempuan tersebut mendapat tawaran tiga orang pria.
Dengan berbagai alasan, dia akhirnya setuju untuk bertemu dengan pria ketiga.
Pria tersebut kemudian datang ke Indonesia dan mengatakan ingin cepat menikahi perempuan tersebut untuk kemudian dibawa ke Taiwan.
Mereka kemudian melakukan upacara pra-menikah di Kalimantan, sebelum pergi ke Jakarta.
Perempuan tersebut mulai curiga dirinya mungkin akan ditipu, karena semua informasi di paspornya sudah diganti, termasuk agamanya dan dikatakan ia sudah pernah ke Taiwan.
Menurut Suster Geno, perempuan tersebut kemudian melarikan diri dan ditampung di sebuah penampungan di Jakarta.
Baca Juga: Mucikari R Jadi Tersangka, Polisi Sebut Artis Hana Hanifah Hanya Korban
"Dari cerita yang dia dapatkan dari yang lain, nanti sesampainya di Taiwan mereka akan diperlakukan tidak baik, atau harus bekerja penuh untuk mencari nafkah, bahkan kemudian dijual ke orang lain," kata Suster Geno.
"Dokumen mereka juga dipalsukan dan diambil sehingga disana mereka tidak leluasa bergerak."
Di tahun 2020 ini, jaringan bernama 'Zero Human Trafficking Network' (ZTN) bersama dengan para aktivis lintas agama menyerukan pentingnya peran agamawan untuk menjadi kunci pemberantasan perdagangan manusia, khususnya di wilayah-wilayah basis pekerja migran Indonesia dan perbatasan Indonesia-Malaysia.
"Kami ingin sekali ini memerangi perdagangan manusia menjadi gerakan bersama, terutama bagi jemaat agama-agama dan pimpinan agama," demikian pernyataan ZTN.
Anak-anak ditawarkan beasiswa kemudian dijual
Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia yang sedang mengalami masalah dengan perdagangan manusia.
Berita Terkait
-
Sinergi Kemensos dan Komisi VIII DPR Tingkatkan Layanan Korban Perdagangan Manusia
-
Bek PSG Lucas Hernandez Dilaporkan atas Dugaan Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Pekerja
-
Mengapa Anak Muda Rentan Jadi Korban? Lokakarya Indonesia-Kamboja Ungkap Modus Baru Penipuan Online
-
Rahayu Ingatkan Brutalnya Mafia Perdagangan Manusia: Mereka Bisa Hilangkan Orang
-
30 Juli Memperingati Hari Apa? Peringatan untuk Persahabatan, Kepedulian, dan Ikrar Kemanusiaan
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan
-
Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji
-
Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO
-
KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar