Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon memberikan sindiran menohok kepada Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo yang digadang-gadang cocok menggantikan Jenderal Idham Aziz sebagai Kapolri. Pasalnya, Listyo telah berhasil menangkap buronan Djoko Tjandra yang telah melarikan diri selama 11 tahun.
Sindiran tersebut disampaikan oleh Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya @fadlizon. Fadli mengomentari pemberitaan salah satu media mainstream yang menyebut Listyo dinilai layak jadi Kapolri gantikan Idham Aziz.
"Oh ingin jadi Kapolri?" sindir Fadli seperti dikutip Suara.com, Jumat (31/7/2020).
Dalam pemberitaan mengenai Listyo tersebut, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia atau MAKI Boyamin Saiman menyebut Listyo memiliki kapasitas untuk menjadi Kapolri. Sebab, ia berhasil menghentikan pelarian Djoko Tjandra.
Terlebih, Listyo juga telah memberikan hukuman kepada oknum polisi yang terlibat dalam kasus tersebut, yakni Brigjen Prasetijo Utomo. Prasetijo telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran membantu buronan Djoko Tjandra bepergian di Indonesia.
Prasetijo sendiri telah dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) dan (2) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 E KUHP dan Pasal 426 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP.
Prasetijo dinilai telah menyalahgunakan wewenangnya sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri dengan menerbitkan surat jalan untuk Djoko. Prasetijo juga diketahui sempat pergi mendampingi Djoko ke Pontianak hingga memfasilitasi pembuatan surat bebas Covid-19.
Saat ini, Prasetijo telah dicopot dari jabatannya. Kekinian ia dimutasi sebagai Perwira Tinggi Pelayanan Masyarakat dan ditahan selama 14 hari.
Baca Juga: Penangkapan Djoko Tjandra Libatkan Polisi Diraja Malaysia
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?
-
Pramono: WFH dan PJJ di Jakarta Hanya Saat Hujan Deras, Cerah Tetap Masuk Normal
-
Adu Cepat Lawan Maut: Basarnas Terjang 'Bubur Pasir' Cari Puluhan Korban Longsor Cisarua
-
"Saya Mohon Maaf," Ucapan Gibran di Tengah Duka Longsor Maut Bandung Barat
-
2 Polisi Gugur Terhimpit Truk Saat Bertugas Menuju Longsor Cisarua, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat
-
Menko PMK Pratikno Soal Longsor Bandung Barat: SAR 24 Jam Cari 83 Korban Hilang
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
-
Menteri Trenggono Ikut Presiden ke London dan Davos Sebelum Pingsan, Tapi Besok Sudah Ngantor
-
KPK Bongkar Skema Pemerasan Caperdes Pati, Bupati Sudewo Ditaksir Bisa Kantongi Rp50 Miliar
-
Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh