Suara.com - Seorang tukang jagal di Tasimalaya, Jawa Barat meninggal dunia sesaat sebelum ia menyembelih hewan kurban di hari raya Idul Adha. Video detik-detik sang tukang jagal meninggal dunia viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @nenk_update. Video berdurasi singkat itu langsung menjadi sorotan publik.
"Kejadian di Tasikmalaya, sebelum hewannya disembelih, tukang jagalnya dipanggil lebih dahulu oleh yang Maha Kuasa," tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Sabtu (1/8/2020).
Dalam video tersebut tampak seorang tukang jagal bernama Epin Supriatna, warga Gunung Dongkol, Setiaratu, Cibereum, Kota Tasikmalaya sudah bersiap meletakkan golok di leher kambing kurban.
Beberapa warga juga tampak membantu tukang jagal memegangi kambing tersebut. Namun, saat tukang jagal hendak menyembelih kambing, tiba-tiba ia terjatuh tak sadarkan diri.
Warga sontak membantu si tukang jagal tersebut. Ia dilarikan ke rumah sakit terdekat namun sayang nyawanya tak tertolong.
Pihak keluarga mengaku telah ikhlas dengan kepergian Epin. Epin diketahui memiliki riwayat sakit darah tinggi dan lambung.
Sementara itu, insiden serupa juga terjadi di Desa Kesabilan, Pontang, Serang, Banten. Seorang ustaz meninggal dunia saat sedang menyembelih sapi kurban. Pria bernama Asmala (58) jatuh tak sadarkan diri di tengah-tengah prosesi menyembelih sapi.
Menurut informasi yang dihimpun, pimpinan Yayasan As-Sabil itu memiliki riwayat sakit jantung, namun sudah lama sembuh dan tak pernah kambuh.
Baca Juga: Gara-gara Ukuran, Beli Dompet Buat Pacar Malah Berujung Diputusin
Video detik-detik mantan Kepala Desa Pontang itu meninggal di tengah-tengah menyembelih hewan kurban itu juga viral di media sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?