Suara.com - Seorang wanita dinyatakan gugur dalam seleksi Akademi Kepolisian karena dinyatakan positif virus corona (COVID-19). Padahal ia menyabet peringkat pertama dengan nilai tertinggi tingkat provinsi.
Calon taruna ini kemudian membuat curhatan di media sosial. Ia curiga dengan hasil swab test yang dikeluarkan.
Curhatan tersebut diunggah ke akun Twitter @siap_abangjagoo pada Kamis (6/8/2020). Hanya dalam beberapa jam, utas itu langsung memperoleh lebih dari 15.000 retweet dan 31.000 likes.
"Jadi, kemarin itu aku daftar ikut seleksi Akpol, masih seleksi daerah sih. Tapi, Alhamdulillah aku ranking 1 se-provinsi, sudah sampai sidang akhir, terus berhak untuk melanjutkan tes ke tingkat pusat," tulis @siap_abangjagoo.
Guna melanjutkan seleksi ke tahap berikutnya, wanita itu melakukan rapid test. Hasilnya, ia dinyatakan tidak reaktif atau negatif COVID-19.
Ia memperlihatkan surat hasil rapid tes yang dilakukan pada 31 Juli 2020 lalu.
"Aku sudah prepare buat berangkat ke Semarang, sudah rapid sendiri tanggal 31 Juli biar gak mepet disuruh rapid tiba-tiba sebelum kesana, sudah tidur nyenyak banget la pokoknya," ujarnya.
Namun sore harinya, anggota polisi dari Polda datang ke rumah dan mengabarkan bahwa wanita itu dinyatakan positif COVID-19.
"Hasilnya, agak kurang mengenakkan ya pak. Tapi hasil swabnya positif pak," kata seorang utusan dari Polda kepada ayah wanita dalam sebuah video yang dibagikan.
Baca Juga: Pecah Rekor Lagi, 597 Orang Positif Corona di DKI Hari Ini
Si wanita menjelaskan bahwa tidak ada bukti tertulis resmi yang menyatakan dirinya positif virus corona sebagaimana kata orang Polda itu.
"Yaudah, intinya gak bisa berangkat aja gitu alias gugur," ujarnya.
Belum yakin dengan hasil swab tes yang dikeluarhkan oleh pihak polisi, wanita tersebut melakukan pemeriksaan mandiri.
Dia pergi ke sebuah klinik di Batam untuk melakukan swab test. Hasilnya, wanita itu tetap negatif COVID-19.
"Yaudah terus aku diskusikan sama Papa gimana-gimananya. Kok gak sinkron gitu loh?! Rapid hasilnya Non-reaktif, terus swab Negatif juga," tuturnya.
Belakangan, ia mengetahui namanya tercantum dalam press release pasien positif COVID-19 dari Gugus Tugas Kota Batam. Rilis itu diumumkan pada 31 Juli 2020 malam di situs resmi Pemerintah Kota Batam, lawancorona.batam.go.id.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API
-
API Soroti Femisida dan Bias Hukum Jelang Hari Perempuan Internasional
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi