News / Internasional
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 20:19 WIB
Ilustrasi: Kotak Hitam (black box) pesawat. (Shutterstock)

Suara.com - Kotak hitam pesawat Air India Express yang mengalami insiden kecelakaan hingga badan pesawat terbelah dua di bandara Kozhikode, Kerala ditemukan, petugas akan segera mengungkap penyebab kecelakaan.

Menyadur Gulf News, Sabtu (8/8/2020), Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), instansi yang menyelidiki kecelakaan pesawat Air India Express di bandara Kozhikode menemukan kotak hitamnya pada hari Sabtu (8/8/2020).

Penerbangan yang membawa pulang warga India yang terlantar di Dubai akibat pandemi Covid-19 tersebut dipimpin oleh pilot veteran DV Sathe dan co-pilot Akhilesh Kumar.

Menurut pedoman penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan penyelidikan rinci dan mengidentifikasi penyebab kecelakaan yang sebenarnya.

Pesawat Boeing 737 tersebut mendarat landasan di Kozhikode di negara bagian Kerala pada Jumat malam, menabrak tanggul hingga badan pesawat terbelah menjadi dua, menurut laporan pertama.

Akibat insiden tersebut, 18 orang meninggal termasuk pilot dan co-pilot akibat luka parah yang dideritanya, sedangkan ratusan penumpang mengalami luka-luka.

Kozhikode Bandara yang Tricky.

Bandara Kozhikode dianggap sebagai bandara yang tricky karena memiliki landasan pacu di atas bukit dengan turunan curam di salah satu ujungnya.

Negara bagian Kerala dilanda banjir besar dalam beberapa hari terakhir dan hujan lebat mengguyur bandara selama beberapa jam sebelum pesawat itu mendarat.

Baca Juga: Pencarian Kotak Hitam Pesawat Jatuh di Danau Sentani

"Itu adalah bencana yang menunggu untuk terjadi. Sudah lama kami meminta landasan pacu di atas lembah untuk diperpanjang hingga 12.000 (3.600 meter) kaki," ujar Dr Azad Moopen, pendiri Aster MIMS Hospital.

"Saat ini panjangnya hanya 9.000 kaki (2.700 meter). Kami berharap usulan tersebut dapat segera diwujudkan." sambung Dr Moopen.

Terbelah menjadi dua

Media India mengutip pejabat kontrol lalu lintas udara dan situs web pelacak penerbangan yang menunjukkan bahwa pesawat Boeing 737 dua kali berputar dan mulai mendarat sebelum jatuh saat mencoba ketiga kalinya.

Pesawat itu berulang kali 'melompat-lompat' dalam hembusan angin sebelum mendarat, kata korban selamat kepada televisi India.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Perhubungan Udara) hanya mengatakan bahwa pesawat itu terus melaju ke ujung landasan pacu di tengah hujan lebat dan "jatuh ke jurang dan terbelah menjadi dua".

Load More