Reza Gunadha | Novian Ardiansyah
Jum'at, 14 Agustus 2020 | 17:31 WIB
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. [Suara.com/Yosea Arga P]

Suara.com - Anggota DPR sekaligus Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, ada potensi bahaya dalam pernyataan artis atau influencer yang belakangan secara mendadak turut serta berbicara mengenai RUU Cipta Kerja.

Bahkan dalam media sosialnya, sejumlah artis tersebut mendukung kehadiran RUU Cipta Kerja.

Menurut Mardani, apa yang disampaikan para artis terkait dukungannya terhadap RUU Cipta Kerja berbahaya.

Sebab, mereka dinilai sekadar membuat pernyataan dukungan tanpa membaca dan mengetahui lebih dulu apa sebenarnya RUU Cipta Kerja. Padahal, mayoritas publik justru menolak.

"Ini sesuatu yang sangat berbahaya ketika muatan RUU Cipta Kerja tidak disampaikan secara lugas kepada masyarakat apa saja dampaknya. Tiba-tiba sudah ada, quote and unquote, buzzer yang mendukung. Buat saya ini pembodohan publik. Harusnya dijelaskan apa yang isi RUU, apa dampaknya secara jujur kepada masyarakat," tutur Mardani, Jumat(14/8/2020).

Mardani bahkan menyamakan artis maupun influencer yang berbicara dan menyatakan dukungan terhadap RUU Cipta Kerja tanpa mengetahui data, tidak lebih layaknya buzzer.

"Saya melihatnya kalau tidak punya data, tidak berbeda dengan buzzer. Tapi kalau dia punya data, bahwa ini akan memberikan dampak yang baik, bukan malah memburukkan tenaga kerja kita, pasar kita, ini berbahaya sekali," kata Mardani.

Diberitakan sebelumnya, artis sekaligus Youtuber, Gritte Agatha menuai kritik dari netizen gara-gara Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Pantauan Suara.com, tak lama setelah ramai diserang protesan netizen, kini video dukungan Gritte Agatha untuk RUU Cipta Kerja di Instagram TV miliknya pun dihapus.

Sebelumnya, dia menyuarakan dukungannya terhadap pemerintah agar mewujudkan RUU Cipta Kerja.