Suara.com - Pendiri PAN, Abdillah Toha menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) manjakan Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI. Pasalnya, di saat anggaran kementerian-kementerian dipotong akibat pandemi Covid-19, anggaran Kementerian Pertahanan justru ditambah.
Tak tanggung-tanggung, anggaran tambahan yang dikucurkan untuk Kemenhan mencapai Rp 20 triliun, dari anggaran awal sebesar Rp 117,9 triliun menjadi Rp 137 triliun tahun depan.
Penambahan anggaran tersebut diberikan untuk membiayai pembelian Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) beserta perawatannya.
Abdillah merasa ada yang janggal dengan penambahan anggaran tersebut. Di saat anggaran semua kementerian dipangkas saat pandemi Covid-19, justru hanya anggaran Kemenhan yang mendapatkan penambahan.
"Menhan kita ini tampaknya dimanjakan oleh pak @jokowi. Ada apa ya?" kata Abdillah melalui akun Twitter miliknya @at_abdillahtoha, Senin (17/8/2020).
Abdillah mendapatkan kabar bahwa sejumlah supplier senjata di beberapa negara telah didatangi oleh Kemenhan. Bahkan, Prabowo sendiri yang mendatangi para supplier senjata tersebut.
Ia juga mendengar kabar alutsista yang dipakai hanyalah alutsista bekas pakai, bukan alutsista baru.
"Kabarnya Menhan keluar negeri dan temui sendiri supplier senjata. Sebagian yang akan dibeli kabarnya juga bekas pakai," ungkap Abdillah Toha.
Abdillah Toha mengamini pernyataan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengusulkan untuk menunda pembelanjaan alutsista.
Baca Juga: DPR Ingatkan Kemenhan Tak Ulang Kejadian Anggaran Masuk Rekening Pribadi
Sebab, saat ini perekonomian Indonesia sedang porak poranda akibat Covid-19. Saat ini, musuh Indonesia bukanlah militer melainkan Covid-19.
"Pak SBY benar," ucapnya.
Untuk diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani akan menambah alokasi pagu anggaran untuk Kemenhan sebesar Rp 20 triliun.
Kenaikan anggaran tersebut diberikan untuk membiayai pembelian alutsista beserta perawatannya.
Meski demikian, Sri Mulyani berpesan agar Kemenhan dapat membelanjakan alutsista produk dalam negeri.
Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk memprioritaskan membeli produk lokal untuk menggenjot serapan anggaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal
-
Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!
-
Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia
-
Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo
-
Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!