Suara.com - Siang tadi, sejumlah tokoh kumpul di Tugu Proklamasi, Jalan Pegangsaan Timur, Menteng, Jakarta Pusat, untuk mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia. Koalisi yang digagas oleh Din Syamsuddin dan kawan-kawannya ini sebagai respon atas kondisi sosial dan ekonomi Indonesia akhir-akhir ini.
Analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim menyebut koalisi tersebut kental dengan nuansa gerakan politik.
"Mungkin ancer-ancer atau persiapan menuju pilpres 2024. Mungkin ada tokoh-tokoh yang ingin mulai perkenalkan diri sebagai bakal capres dan ada pendukung-pendukungnya," kata Rustam Ibrahi melalui akun Twitter.
Soal isu koalisi dibentuk untuk tujuan menyelamatkan Indonesia, menurut Rustam Ibrahim, "mustahillah dilakukan beberapa orang."
Untuk menyelamatkan Indonesia, menurut Rustam Ibrahim, Presiden Joko Widodo jauh lebih punya kemampuan untuk itu.
"79 persen rakyat Indonesia percaya Jokowi mampu membawa Indonesia keluar dari krisis. Jokowi punya seluruh aparatur negara untuk melaksanakan perintahnya dan mayoritas rakyat yang mendukungnya," kata Rustam Ibrahim.
Dalam deklarasi siang tadi, koalisi aksi menyampaikan delapan poin. Di antaranya, menuntut penyelenggara negara, khususnya pemerintah, DPR, DPD, dan MPR untuk tidak memberi peluang bangkitnya komunisme, ideologi anti Pancasila lainnya, separatisme serta menghentikan stigmatisasi kelompok keagamaan dengan isu intoleransi, radikalisme, ekstremisme serta upaya memecah belah masyarakat.
Mereka juga mendesak pemerintah menegakkan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri bebas aktif, dengan tidak condong bertekuk lutut kepada negara tertentu.
Koalisi menuntut pemerintah mengusut secara sungguh-sungguh dan tuntas terhadap pihak yang berupaya melalui jalur konstitusi, mengubah Dasar Negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945 agar tidak terulang upaya sejenis di masa yang akan datang.
Baca Juga: Ucapan Ruhut ke Din Syamsuddin Nampol Banget!
Menurut sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar, besarnya dukungan publik terhadap koalisi aksi yang terhimpun dalam waktu singkat terjadi karena didorong beberapa faktor.
Di antaranya, karena faktor ketokohan. Inisiator koalisi terdiri dari tokoh-tokoh yang kredibel, dikenal secara luas, punya jaringan internasional, dan lintas agama.
"Untuk dukungan, tidak saya ragukan, sangat luas. Terbukti, ini kan belum sebulan, sudah berdiri di berbagai daerah. dan hari ini, mereka akan joint declaration," kata Musni kepada Suara.com.
Selain faktor ketokohan, besarnya dukungan publik juga dipengaruhi oleh kesamaan pandangan dalam melihat dampak dari kemerosotan perekonomian nasional.
"Apa yang mereka lihat, (di antaranya) pengangguran banyak. Memang, ini diakibatkan (antara lain) pandemi Covid-19, tetapi sebelum pandemi sudah terjadi, ini (semenjak pandemi) semakin besar. Jadi, mereka terpanggil bergabung organisai baru karena memberikan harapan," katanya.
Faktor selanjutnya yaitu kondisi kemiskinan. Situasi sosial lainnya yang mendorong bertambahnya dukungan terhadap koalisi yaitu publik kehilangan harapan ke parlemen karena lembaga legislatif sudah dikuasai oleh pemerintah.
Berita Terkait
-
Jumpa Pers di Istana Negara, Satgas Covid-19 Tegur Acara Deklarasi KAMI
-
Ada Peran Koalisi Anti-Susi Pudjiastuti di Kabinet Jokowi Periode Kedua
-
KAMI Tuntut Sidang Istimewa, Kapitra PDIP: Itu Tindakan Makar
-
Penjelasan Kenapa Koalisi Aksi yang Digagas Din Banyak Dukungan
-
Profil Din Syamsuddin Terlengkap
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?
-
Kabar Duka, Legislator 3 Periode NasDem Tamanuri Meninggal Dunia
-
Arus Balik Lebaran: Contraflow Tol Japek KM 70 Sampai KM 36 Arah Jakarta Berlaku Malam Ini
-
Antisipasi Dinamika Global, Kemhan-TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM dan Skema 4 Hari Kerja
-
Waspada, BMKG Sebut Jabodetabek Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang Malam Ini