Suara.com - Nama Antasari Azhar kembali muncul dalam pemberitaan karena membuat pengakuan usai menjalani pemeriksaan terkait kasus Djoko Tjandra. Simak profil Antasari Azhar selengkapnya mulai dari biodata, karir hingga kasus yang menjeratnya.
Perihal kasus Djoko Tjandra, Antasari Azhar ikut diperiksa oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri sebagai saksi dalam perjalanan kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra.
Pasalnya, Antasari sempat menjadi penyidik dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus korupsi Djoko Tjandra.
"Saya diminta keterangan selaku Jaksa yang menangani perkaranya, pada waktu itu saya penyidikan lanjut jadi penuntut umumnya. Saya mulai sidik tahun 1998 sidang 1999, tahun 2000 diputus. Sebatas itu aja," kata Antasari saat dihubungi Suara.com, Jumat (21/8/2020).
Menurut Antasari, penyidik menggali keterangan darinya lantaran ingin mengetahui runtutan kasus Djoko Tjandra mulai dari tahap penyidikan, tuntutan, hingga putusan.
Kiprah Antasari Azhar sebagai penyidik KPK sudah diketahui banyak orang. Nah selain prestasi, berikut ini profil lengkap Antasari Azhar selengkapnya, termasuk kasus yang menjerat.
Latar Belakang Antasari Azhar
Antasari Azhar adalah seorang mantan ketua KPK yang lahir di Pangkal Pinang, pada tanggal 18 Maret 1953. Antasari Azhar adalah seorang anak ke-4 dari 15 bersaudara, yaitu anak dari pasangan H. Azhar Hamid, S.H. dan Hj. Asnani (alm).
Ayah dari Antasari Azhar pernah menjabat sebagai seorang kepala kantor pajak di Bangka Belitung. Kemudian Antasari Azhar menikah dengan Ida Laksmiwati yang kemudian dikaruniai dua orang anak.
Baca Juga: Profil Seo Sung Jong: Aktor Drakor Yang Terinfeksi Covid-19
Perjalanan Karir Antasari Azhar
Usai menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Belitung, Antasari Azhar hijrah ke Jakarta untuk mengenyam pendidikan SMP dan SMA di sana. Tapi akhirnya Antasari kembali ke Palembang untuk meneruskan studi di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya.
Sejak usia muda, Antasari Azhar diketahui sangat suka berorganisasi. Bahkan dengan ketekunan, ia sempat terpilih sebagai Ketua Senat Fakultas Hukum dan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa.
Kemudian setelah lulus kuliah, Antasari langsung memilih untuk bergabung dengan Badan Pembinaan Hukum Nasional di Departemen Kehakiman selama 4 tahun (tahun 1981 sampai dengan 1985). Kemudian, ia terjun ke kejaksaan dan mulai fokus di sana selama lebih dari 20 tahun.
Daftar perjalanan karir Antasari Azhar.
- Ketua Senat Fakultas Hukum, Universitas Sriwijaya.
- Badan Pembinaan Hukum Nasional, Departemen Kehakiman, 1981-1985.
- Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, 1985-1989.
- Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang, 1989-1992.
- Kasi Penyidikan Korupsi Kejaksaan Tinggi Lampung, 1992-1994.
- Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat,1994-1996.
- Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja, 1997-1999.
- Kasubdit Penyidikan Pidana Khusus Kejaksaan Agung, 1999-2000.
- Kepala Bidang Hubungan Media Massa Kejaksaan Agung, 2000.
- Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, 2000-2007.
- Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2007-2011 (non aktif 2009).
Rekam Jejak Kasus Antasari Azhar
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen