Suara.com - Kepala Dewan Uni Eropa menunda pernikahannya untuk menghindari masa karantina selama dua minggu karena padatnya jadwal.
Menyadur Anadolu Agency, Sabtu (22/8/2020), Charles Michel yang juga mantan perdana menteri Belgia, merencanakan pernikahannya pada hari Sabtu di Montmeyan, sebuah desa di tenggara Prancis.
Namun pejabat Uni Eropa tersebut memutuskan untuk menunda pernikahannya karena wilayah tersebut diklasifikasikan sebagai "zona oranye" oleh Kementerian Luar Negeri Belgia, harian Le Soir melaporkan.
Karantina 14 hari disarankan saat tiba dari zona oranye, dan Michel tidak dapat melaksanakan karena jadwalnya yang padat.
Pasangan tersebut belum menetapkan tanggal pernikahan baru.
Kota tempat Charles dan istrinya masih tergolong jauh lebih baik dibandingkan di ibukota Brussel.
Ibu kota Belgia pada hari Jumat mendapat klasifikasi zona merah oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) karena rata-rata infeksi baru setiap hari melewati ambang 120 kasus per 100.000 penduduk selama dua minggu terakhir.
Wilayah desa Prancis dianggap sebagai zona oranye oleh ECDC, dengan hanya 20-59 kasus baru per 100.000 penduduk.
Pada awal Agustus, Belgia mencatatkan penambahan kasus harian hingga 530 per hari selama seminggu, menurut data Institut Kesehatan Masyarakat Sciensano.
Baca Juga: Uni Eropa Setujui Dana Fantastis untuk Stimulus Pandemi, Segini Anggarannya
Antara 20 Juli hingga 2 Agustus, rata-rata 54 kasus harian baru per 100.000 penduduk, hampir 200% lebih banyak daripada dua minggu pertama setiap bulan.
"Kita berada dalam gelombang kedua infeksi, dan tidak ada yang tahu berapa lama atau seberapa intensif itu akan terjadi." klaim Profesor Steven Van Gucht, kepala penyakit virus Scieansano, Belgia.
Namun menurut Frederique Jacobs, juru bicara pemerintah antar-federal yang bertanggung jawab menangani wabah Covid-19 di Belgia menyatakan bahwa negaranya belum berada di gelombang kedua, "hanya peningkatan infeksi yang mungkin mengarah ke gelombang kedua." jelasnya.
Menurut data dari Worldometer.info, jumlah kasus virus corona di Belgia hingga Sabtu (22/8/2020) mencapai 80.894 kasus.
Kasus kematian di negara tersebut akibat Covid-19 mencapai 9.985 kasus dan sebanyak 18.165 pasien telah dinyatakan sembuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL