- Ratusan mahasiswa UI dan UPNVJ berunjuk rasa di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat sore menuntut keadilan.
- Aksi mahasiswa menuntut pertanggungjawaban atas kematian Arianto Tawakal di tangan anggota Brimob Bripda Masias Siahaya.
- Polda Metro Jaya mengerahkan 3.093 personel dengan pendekatan humanis untuk mengawal jalannya demonstrasi tersebut.
Suara.com - Ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) sore.
Pantauan Suara.com, mereka mengenakan jaket almamater kuning dan hijau. Dari barisan depan, mahasiswa membentangkan spanduk putih bertuliskan “Tegakkan Supremasi Sipil” dan “Kosongkan Kelas, Kuliah di Jalan”.
Di antara kerumunan, sejumlah peserta aksi juga terlihat mengangkat poster bertuliskan “Reformasi Polri”, “Justice for Arianto Tawakal”, hingga lembaran dengan foto korban dan tulisan “Polisi Membunuhmu”.
Teriakan “Polisi pembunuh!” juga berulang kali menggema, disambut kepalan tangan yang terangkat ke udara.
Pemandangan berbeda terlihat dari sisi aparat. Sejumlah polisi perempuan atau polwan nampak mengenakan kerudung putih, sementara beberapa personel pria terlihat berpeci.
Mereka berdiri berjejer, tangan terlipat di belakang, menjaga jarak dari massa.
Dari atas mobil komando, salah satu mahasiswa UI menyoroti penampilan aparat tersebut. Dengan nada tinggi, orator tersebut menyindir atribut religius yang dikenakan personel kepolisian.
“Kalian pikir dengan kalian berpakaian seperti ini bisa memikat hati kami? Tidak! Polisi pembunuh,” teriaknya, disambut sorakan massa.
Sebagaimana diketahui, aksi ini merupakan bagian dari demonstrasi elemen mahasiswa yang menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas kematian Arianto Tawakal (14) pelajar asal Kota Tual, Maluku yang tewas dianiaya anggota Brimob Bripda Masias Siahaya.
Baca Juga: Ada Demo Mahasiswa di Mabes Polri Siang Ini, 3.093 Personel Kepolisian Disiagakan
Pantauan Suara.com ratusan mahasiswa dari UI dan UPNVJ mulai berdatangan sejak pukul 16.10 WIB dan berkumpul di titik yang telah dilokalisir di sekitar Jalan Trunojoyo.
Anggota BEM UI Hafidz Hernanda sebelumnya menyampaikan lima tuntutan utama yang dibawa dalam aksi ini.
Pertama, mendesak penjatuhan hukuman pidana yang seberat-beratnya kepada polisi pembunuh AT dan aparat pelaku represifitas. Kedua, mendesak pencopotan Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri serta Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku.
Ketiga, menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi. Keempat, menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan Polri dari jabatan sipil. Kelima, menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri.
3.093 Personel Disiagakan
Untuk mengawal jalannya aksi, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.093 personel. Aparat ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk sekitar objek vital nasional dan pusat aktivitas masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto sebelumnya menegaskan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis dan tanpa penggunaan senjata api.
Kepolisian juga mengingatkan agar aksi tidak ditunggangi pihak tertentu maupun dipicu provokasi.
Berita Terkait
-
Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri
-
2 Tahun Penjara Menanti! Delpedro Cs Dituntut Jaksa Terkait Kerusuhan Demo Agustus 2025
-
Demo di Mabes Polri! Polisi Minta Mahasiswa Waspada Penunggang Gelap dan Tak Mudah Terprovokasi
-
Ada Demo Mahasiswa di Mabes Polri Siang Ini, 3.093 Personel Kepolisian Disiagakan
-
Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru