Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Selasa, 25 Agustus 2020 | 19:37 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19. [ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang]

Suara.com - Jumlah pasien positif terjangkit virus Covid-19 di Jakarta terus bertambah. Hingga hari ini, Selasa (25/8/2020), ada lagi 636 pasien baru yang terjangkit virus yang pertama ditemukan di China ini.

Dengan demikian, total akumulasi seluruh pasien positif berjumlah 34.931 orang. Jumlah pasien ini tersebar dari seluruh wilayah ibu kota.

Data ini diketahui dari situs penyedia informasi seputar corona di DKI, corona.jakarta.go.id. Laman ini menginformasikan soal kasus corona di Jakarta mulai dari jumlah positif, menunggu hasil, hingga Kelurahan tempat pasien tinggal.

Berdasarkan laman tersebut, 25.463 orang dinyatakan sudah sembuh. Jumlahnya bertambah 523 orang sejak Senin (24/8/2020).

Sementara, 1.129 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Pasien wafat bertambah 17 orang sejak kemarin.

Selain itu, pasien yang menjalani perawatan dirumah sakit berjumlah 2.686 orang. Lalu orang yang menjalani isolasi mandiri saat ini totalnya adalah 5.310 orang.

Dengan demikian, maka ada 7.816 kasus aktif corona di ibu kota yang masih dalam penanganan sampai sekarang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 5.635 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 4.511 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 636 positif dan 3.875 negatif.

"Dari 636 kasus positif tersebut, 218 kasus baru hari ini adalah akumulasi data dari tanggal 22 dan 23 yang baru dilaporkan," ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2020).

Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 53.135. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 41.539.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6,2 persen.

"WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," pungkasnya.