Suara.com - Linimasa media sosial sedang ramai dengan sejumlah video warganet yang menggunakan filter "acne prank" atau prank jerawat. Filter jerawat yang mulanya dipakai untuk sekadar bercanda ini menuai sorotan. Pasalnya, sejumlah warganet menilainya berlebihan.
Pemilik akun Twitter @cudble pada Selasa (25/8/2020) ikut buka suara atas viralnya konten prank jerawat.
Ia mengaku terganggu dengan kian maraknya konten tersebut.
"Bayangin biggest insecurity (ketidaknyamanan terbesar) lu dijadiin konten prank (Bayangkan kalau ketidaknyamanan terbesarmu dijadikan konten penipuan)," tulisnya.
"I wish i could unsee (aku berharap tadi tidak melihatnya). Tapi yaudah next time kalau ketemu konten begitu cukup abaikan dan lewati saja biar gak triggered karena 'the world doesn't revolve around me (dunia tidak hanya berputar untukku)' ," lanjutnya.
Ia pun menuturkan bahwa apabila terganggu dengan penggunaan filter ini, langsung saja senyapkan kata "Acne Prank Challenge" atau "Acne Prank" di media sosial.
Hingga tulisan ini dibuat, tweet @cudble tersebut sudah diretweets lebih dari 14.000 kali dan disukai oleh dari dari 37.000 pengguna Twitter.
Tidak hanya itu, unggahan @cudble tersebut pun dibanjiri komentar warganet.
Sebagian warganet menyayangkan keberadaan konten ini. Sebagian mereka menganggap bahwa konten ini ikut merendahkan acne fighter atau orang-orang yang berjuang menghilangkan jerawat.
Baca Juga: Wagub Lampung Jadi Sorotan Karena Mirip Bu Tejo, Koleksi Mobilnya Cuma Ini
"Seakan-akan orang berjerawat itu nilainya minus banget. Parah sih sebagai acne fighter sedih gue," ungkap @excusethiscat.
Sejumlah Warganet mengaku tidak respect terhadap konten ini. Mereka menilai dan menduga para pembuat dan pemakai filter acne ini tidak tahu bagaimana rasanya menjadi acne fighter.
"Apa mereka gak pernah ngerasain sih seberapa tertekannya pas BO (Break Out). Baru ilang satu eh numbuh lagi yang lain. Terus ngilangin bekasnya aja bikin frustasi sendiri. Belum lagi dikatain orang-orang, padahal gak kenal banget. Rasanya mau teriak 'Hey siapa juga yang mau jerawatan!'," tulis @sasgibs.
"Orang banyak yang insecure gara-gara jerawat, sampai gak mau ketemu orang lain, gak mau ngaca, pakai masker terus, gonta ganti skincare sampai ngabisin duit, baru ilang udah muncul lagi gara-gara debu dikit. Ini malah dibikin prank pansos, belum ngerasain aja lu," ujar akun @notdrinksperiod.
"Kalian tuh yang pakai itu filter gak tau rasanya udah bertahun-tahun pakain ini itu gak mempan, sampai bikin down dan hopeless banget. Sampe mau ke luar rumah pun susah sendiri. Bukannya kalian bersyukur dan menghargai, malah dibuat candaan snap gitu", timpal warganet yang lain
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Sengketa Lahan Bendungan Jenelata di Gowa, BAM DPR Desak Penyelesaian yang Adil bagi Warga
-
Suara.com dan PLN Kupas Tuntas Kendaraan Listrik di Jabar, Ini Fakta Terbarunya
-
500 Titik Bazar Murah Jakarta, Strategi Pasar Jaya Kendalikan Harga Pangan Jelang Ramadan
-
Kemensos Akan Bagikan Jadup Rp450 Ribu per Bulan untuk Korban Banjir Sumatra Pekan Ini
-
PDIP Dukung Pernyataan Dasco: Pemimpin Harus Cetak Keberhasilan Sebelum Pikirkan Periode Kedua
-
Mendagri Instruksikan Percepatan Pemindahan Pengungsi Bencana Sumatra ke Hunian Layak
-
Usut Kasus Sudewo, KPK Cecar Ketua Kadin Surakarta Soal Proses Lelang Proyek DJKA Jatim
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasto PDIP: Penegak Hukum Jangan Jadi Alat Kekuasaan
-
Soal Penembakan Pesawat di Boven Digoel, DPR Tegur Pemerintah: Tutup Bandara Jika Tidak Aman
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat