- Aher dorong mediasi sengketa lahan Bendungan Jenelata bagi warga penggarap Gowa.
- BAM DPR RI kawal aspirasi warga terkait ganti rugi lahan di Gowa.
- DPR upayakan penyelesaian non-litigasi sengketa lahan proyek strategis nasional Bendungan Jenelata.
Suara.com - Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI berkomitmen mengawal penyelesaian sengketa lahan seluas 39 hektare di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang diproyeksikan untuk pembangunan Bendungan Jenelata. Ketua BAM DPR RI, Ahmad Heryawan (Aher), mendorong agar persoalan ini dituntaskan melalui jalur mediasi atau non-litigasi.
Persoalan ini mencuat karena status kepemilikan lahan yang dinilai belum memiliki kepastian hukum. Berdasarkan laporan, lahan tersebut sempat dikelola oleh perusahaan negara, namun warga setempat telah menggarapnya secara produktif selama hampir dua dekade.
“Ini situasi yang unik. Menurut pengakuan masyarakat, PTPN maupun Perum Kertas Gowa belum mengantongi HGU (Hak Guna Usaha). Di sisi lain, masyarakat penggarap juga belum memiliki hak milik. Jadi, semuanya tidak memiliki alas hak,” ujar Aher usai menerima perwakilan warga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Meskipun secara teknis lahan tersebut dapat dikategorikan sebagai tanah negara karena ketiadaan alas hak, Aher menilai aspek kemanusiaan dan jerih payah warga tidak boleh diabaikan. Tercatat ada 22 kepala keluarga yang telah mengelola 27 bidang tanah di lokasi tersebut selama kurang lebih 20 tahun.
Aher mengungkapkan bahwa pada dasarnya warga tidak menghalangi program strategis nasional tersebut, namun mereka mengharapkan kompensasi atau penghargaan yang manusiawi dari pemerintah.
“Masyarakat tidak keberatan kawasan tersebut dijadikan Bendungan Jenelata, mereka rela. Namun, sangat wajar jika mereka ingin dihargai atas lahan yang selama ini telah mereka rawat dan urus,” jelas politisi PKS tersebut.
Guna mencari jalan keluar yang konkret, BAM DPR RI akan meneruskan aspirasi warga Gowa ini kepada Komisi VI DPR RI. Tujuannya adalah agar dilakukan mediasi yang melibatkan pihak-pihak terkait guna mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak, terutama para petani penggarap.
“Kami akan mendorong Komisi VI untuk melakukan tindak lanjut secara non-litigasi melalui mediasi yang baik dan memuaskan semua pihak, khususnya masyarakat penggarap,” tuturnya.
Pembangunan Bendungan Jenelata sendiri merupakan salah satu proyek krusial untuk pengendalian banjir dan pemenuhan kebutuhan air di Sulawesi Selatan. Kendati demikian, pembebasan lahan masih menjadi tantangan utama yang harus segera dituntaskan agar proyek dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Tuntutan Guru Madrasah, Wakil Ketua DPR: Prosesnya Tak Seperti Makan Cabai, Langsung Pedas
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito
-
Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah
-
USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas
-
Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan
-
Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan
-
MBG Disalurkan Lima Hari Sekolah
-
Benjamin Netanyahu Makin Tak Jelas, Israel Habis Digempur Iran Tanpa Ampun
-
Meninggal Dunia, Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Disemayamkan di Kemenhan Hari Ini
-
Donald Trump Beri Sinyal Kuba Jadi Target Operasi Militer AS Berikutnya Setelah Iran dan Venezuela