- Ketua Komisi V DPR RI Lasarus bereaksi atas penembakan pesawat PK-SNR di Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
- Insiden yang menewaskan pilot dan kopilot ini menyoroti lemahnya pengamanan objek vital bandara negara di Papua.
- Lasarus meminta Kemenhub evaluasi total keamanan bandara rawan; pilih tingkatkan keamanan atau tutup operasional.
Suara.com - Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan reaksi keras menanggapi insiden penembakan terhadap pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation oleh orang tidak dikenal (OTK) di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
Peristiwa tersebut bahkan menewaskan pilot dan kopilotnya.
Ia menilai, insiden ini menunjukkan adanya kelemahan nyata dalam pengamanan objek vital di wilayah Papua.
Lasarus menegaskan, bahwa bandara merupakan objek vital negara yang seharusnya mendapatkan pengawalan ketat sesuai standar yang berlaku.
Ia menyebut, peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi pemerintah untuk segera membenahi sistem keamanan transportasi udara, khususnya di daerah rawan.
“Kawasan bandara itu bagian objek vital. Seharusnya dilakukan pengawalan secara cukup sesuai standar pengawalan objek vital,” ujar Lasarus di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
"Saya rasa ini peringatan bagi pemerintah untuk kiranya seluruh bandara yang ada, termasuk di Papua, dilakukan pengamanan yang cukup sesuai dengan karakteristik dan kondisi daerah masing-masing," katanya menambahkan.
Politisi PDI-Perjuangan ini menekankan bahwa Papua memiliki karakteristik wilayah yang khusus, sehingga dibutuhkan prosedur pengamanan yang juga bersifat khusus.
Menurutnya, negara wajib menjamin keselamatan setiap penumpang dan personel penerbangan yang menggunakan fasilitas bandara.
Baca Juga: Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
“Karena Papua ini bersifat khusus, seharusnya dilakukan pengamanan khusus di bandara itu. Harus dipastikan penumpang atau siapa pun yang datang ke bandara itu aman karena dilakukan pengamanan yang cukup. Ini tugas pemerintah,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lasarus meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera melakukan evaluasi total terhadap kelayakan operasional bandara-bandara di titik rawan Papua.
Ia memberikan pilihan tegas: tingkatkan keamanan atau hentikan operasional demi keselamatan nyawa.
“Ya ini dievaluasi dong. Kalau memang layak, operasi terus. Tapi kalau memang tidak aman, jangan dioperasikan lagi, tutup saja bandaranya. Karena ini membahayakan orang yang keluar masuk ke bandara itu,” katanya.
Ia menambahkan bahwa jika negara tidak mampu memberikan jaminan keamanan di sebuah bandara, maka bandara tersebut tidak memiliki alasan untuk tetap beroperasi.
“Negara tidak bisa memberikan jaminan keamanan, berarti kan kita tidak bisa mengoperasikan, tutup bandaranya. Pilihannya itu: tetap operasi tapi dilakukan pengamanan yang cukup, atau tutup,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pesawat Ditembaki di Koroway Papua, 13 Penumpang Termasuk Balita Selamat Meski Pilot Tewas
-
Kemenhub Beberkan Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel
-
Diselundupkan Lewat Koper, 85.750 Benih Lobster Ilegal Digagalkan di Bandara Soetta
-
Breaking News! Pesawat Bonanza TNI AL Dikabarkan Kecelakaan di Runway Bandara Juanda
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
Terkini
-
Tak Berkutik! Detik-detik Penangkapan Dua Pria Pembawa Ribuan Ekstasi di Jakarta Barat
-
Stok Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri: DKI Jakarta Siapkan 182 Ribu Ton Beras
-
IPK Indonesia Turun ke 34, KPK: Alarm Keras Perbaikan Pemberantasan Korupsi
-
Pekan Depan Prabowo Lawatan ke AS, Teken Tarif Dagang dengan Trump
-
Jaksa Skak Mat Klaim Nadiem: LKPP Nyatakan Harga Laptop Cenderung Tinggi Tidak Terkontrol
-
PKL di Pecinan Glodok Kabur Berhamburan Didatangi Satpol-PP, 85 Motor di Trotoar Kena Cabut Pentil
-
Mendagri Minta Dukungan Parlemen Normalkan Anggaran TKD Provinsi Terdampak Bencana
-
Murni Dukungan atau Strategi Politik: Apa Sebenarnya di Balik Suara Lantang Prabowo Dua Periode?
-
Pesawat Ditembaki di Koroway Papua, 13 Penumpang Termasuk Balita Selamat Meski Pilot Tewas
-
Transjabodetabek Cawang-Cikarang Resmi Mengaspal, Rute Blok M-Soetta Jalan Sebelum Lebaran