Suara.com - Sebuah kuburan massal kuno berisi ribuan liang lahat berbentuk bundar belum lama ini ditemukan di Jepang.
Menyadur News.com.au, Rabu (26/8/2020), para arkeolog menyebut ada sekitar lebih dari 1.500 mayat yang terjepit di liang lahat berbentuk tak biasa ini.
Kompleks kuburan ini di kota Osaka, di kawasan yang telah digali oleh para arkeolog sejak 1991.
Kuburan massal ini disebutkan berasal dari zaman Edo Jepang, yang berawal dari tahum 1600-an hingga pertengahan 1800-an.
Pemerintah mengatakan Dewan Pendidikan Kota dan Asosiasi Warisan Budaya Kota Osaka telah menggarap reruntuhan Ofuka-cho sejak September 1991.
Lebih dari 1.500 liang lahat itu tak hanya berisi jasad manusia, tetapi juga hewan.
"Selain manusia, hewan juga dimakamkan di kuburan, dengan lebih dari empat anak babi di bagian utara kuburan da dua ekor kuda di bagian selatan, tulang kucing juga ditemukan di kuburan," ujar dewan kota.
Dewan kota menyebut penemuan ini memperjelas tampilan konkret dari Makam Umeda yang berasal dari zaman Edo hingga Meiji.
"Kuburan Osaka Nana adalah bagian penting untuk mengetahui perkembangan kota Osaka dan kepercayaan umum," kata dewan.
Baca Juga: Toilet Umum Transparan di Jepang, Berani Nyoba?
Sebagian besar area yang disurvei, sambung dewan, telah ditimbun kembali. Kendati demikian penelitian masih akan berlanjut di bagian barat daya pemakaman.
Sisa-sisa yang digali, termasuk tulang belulang manusia, sedang disortir dan dianalisis oleh otoritas berwenang.
Pemakaman kuno ini terletak di sebelah stasiun kereta api utama di kota Jepang dan ditemukan selama pekerjaan konstruksi awal untuk gedung pencakar langit.
Para pengembang mengatakan rencana pembangunan kemungkinan akan terus berjalan, dengan gedung pencakar langit yang dibangun di atas tanah pemakaman.
Tulang-tulang tersebut sudah dalam proses pemindahan dan diyakini bahwa jenazah ini kemungkinan merupakan warga miskin karena tidak ditemukannya barang mahal di liang lahat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim