Suara.com - FBI menangkap ilmuwan NASA bernama Zhengdong Cheng karena dituduh sebagai afiliasi China.
Menyadur United Press International pada Rabu (26/08/2020), Cheng adalah seorang profesor di Texas A&M University.
Cheng dituding berbohong tentang afiliasinya dengan universitas, institusi dan program pemerintah China yang merekrut warga negara asing dengan pengetahuan tentang teknologi AS dan kekayaan intelektual.
Dalam rilis Departemen Kehakiman dijelaskan jika Cheng didakwa melakukan konspirasi, membuat pernyataan palsu dan penipuan kawat dalam pengaduan kriminal.
"Sekali lagi, kami telah menyaksikan konsekuensi kriminal yang dapat timbul dari partisipasi yang dirahasiakan dalam program bakat pemerintah China," kata Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional John C. Demers.
Cheng dituduh berpartisipasi dalam skema untuk menipu NASA dan mendapatkan akses ke sumber daya unik, termasuk yang ada di Stasiun Luar Angkasa Internasional.
Tuduhan ini diduga kuat untuk penelitian lebih lanjut di lembaga-lembaga China dan meningkatkan posisinya di pemerintahan China.
Pria ini juga diduga terlibat dalam program yang memberi insentif kepada warga negara China asing untuk mencuri teknologi internasional dan kekayaan intelektual untuk Beijing.
Cheng yang ditangkap pada hari Minggu adalah orang terakhir yang didakwa sebagai bagian tindakan keras oleh Departemen Kehakiman China Initiative terhadap orang yang terlibat dalam pencurian rahasia dagang, peretasan dan spionase ekonomi untuk Beijing.
Baca Juga: FBI Ikut Turun Selidiki Ledakan Besar di Beirut Lebanon
Inisiatif ini juga menargetkan orang-orang yang menimbulkan ancaman terhadap infrastruktur AS melalui investasi asing dan kompromi rantai pasokan.
Sebelumnya lusinan dan beberapa juga datang dari kalangan profesor, telah didakwa di bawah inisiatif ini sejak penangkapan pertama pada April 2018.
"China sedang membangun ekonomi dan institusi akademis dengan batu bata yang dicuri dari orang lain di seluruh dunia," kata Jaksa Ryan K. Patrick dari Distrik Selatan Texas dalam sebuah pernyataan.
"Sementara 1,4 juta peneliti dan akademisi asing berada di sini di AS untuk alasan yang benar, Program Bakat China mengeksploitasi universitas kami yang terbuka dan gratis."
"Konflik ini harus diungkapkan dan kami akan meminta pertanggungjawaban mereka jika konflik semacam itu melanggar hukum," tutupnya.
Cheng bekerja di Texas A&M pada Mei 2004 dan merupakan bagian dari tim peneliti yang menerima hibah pemerintah untuk melakukan penelitian NASA.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat